Tidal Type Determination on Manokwari Shipping Chanel by Using Admiralty Method

JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Tidal Type Determination on Manokwari Shipping Chanel by Using Admiralty Method
Penentuan Tipe Pasang Surut Perairan Pada alur Pelayaran Manokwari Denganmenggunakan Metode Admiralty
 
Creator Suhaemi, Suhaemi
Raharjo, Syafrudin
Marhan, Marhan
 
Description Tidal waters are very important for port interests, sea transportation, fisheries industry, coastal engineering and coastal area mitigation. Tidal height formed is a superposition of tidal amplitude due to the gravitational pull of the sun, moon and earth. The Tidal components are K1, O1, P1, S2, M2, K2, M4, MS4. This study aims to determine the components and types of tides in the shipping channel of Manokwari-West Papua using the admiralty method. Formzahl 0.732 number means the type of tidal that is formed is mixed tide prevailing semidiurnal, two high and low tide, two high and one low tide or two times low tide one high tide in a day. Mean Sea Level (MSL) was caused by water conditions, coastlines and bathymetry, the gravitational forces of the moon and sun. The MSL was obtained 98 cm. large tidal range occurs during full moon conditions and low tides occur during perbani (1.62-2.44 m). The amplitude Mean High Water Level  level reaches 279 cm and Mean Low Water Level reaches -83 cm.
Komponen pasang surut perairan sangat penting bagi kepentingan pelabuhan, transportasi laut, industri perikanan, rekayasa pantai dan mitigasi kawasan pesisir. Ketinggian pasang surut yang terbentuk merupakan superposisi dari amplitudo komponen pasang surut akibat gaya tarik gravitasi matahari, bulan dan bumi terhadap massa air lautan. Komponen pasang surut yaitu K1, O1, P1, S2, M2, K2, M4, MS4. Penelitian ini bertujuan menentukan komponen dan tipe pasang surut pada alur pelayaran Manokwari-Papua Barat menggunakan metode admiralty. Bilangan Formzahl yang diperoleh yaitu 0.732 yang berarti bahwa perairan memiliki pasang surut Campuran Condong ke Harian Ganda  (mixed tide prevailing semidiurnal) yang berarti bahwa pasang surut yang terbentuk terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari dan antara pasang pertama dan pasang kedua memiliki ketinggian hampir sama dan kadang terjadi dua kali pasang dan satu kali surut atau sebaliknya dua kali surut satu kali pasang dalam sehari. Perubahan kedudukan air rata-rata MSL berbeda-beda disebabkan selain kondisi perairan baik garis pantai dan batimetri adalah akibat gaya gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Tinggi muka laut rata-rata (Mean Sea Level) diperoleh  98 cm. Kisaran pasut besar terjadi pada kondisi purnama dan pasang surut rendah terjadi pada kondisi perbani. Level permukaan laut pada kondisi air pasang rata-rata (Mean High Water Level) amplitudo mencapai 279 cm dan pada kondisi air surut rata-rta (Mean Low Water Level) mencapai amplitudo -83 cm.
 
Publisher Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua
 
Date 2018-05-10
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/view/38
10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.1.38
 
Source JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK; Volume 2, Number 1, May 2018; 57-64
JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK; Volume 2, Number 1, May 2018; 57-64
2550-0929
2550-1232
 
Language eng
 
Relation https://ejournalfpikunipa.ac.id/index.php/JSAI/article/view/38/29
 
Rights Copyright (c) 2018 JURNAL SUMBERDAYA AKUATIK INDOPASIFIK
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library