Peran Alam dalam Dikalahkan Sang Sapurba Ditinjau dari Perspektif Etika Lingkungan

ATAVISME

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Peran Alam dalam Dikalahkan Sang Sapurba Ditinjau dari Perspektif Etika Lingkungan
PERAN ALAM YANG DIKALAHKAN SANG SAPURBA DITINJAU DARI PERSPEKTIF ETIKA LINGKUNGAN
 
Creator Lestari, Puji
Waluyo, Herman J.
Saddhono, Kundharu
 
Subject perspective; ecocritic; the role of nature; the occult; the real world.
perspektif; ekokritik; peran alam; alam gaib; dan alam nyata
 
Description This study aims to reveal the concept of the role of nature from the view of Malays based on the type in Dikalahkan Sang Sapurba romance by Ediruslan Pe Amanriza. The method used is analytical descriptive with reference to environmental ethics and Kluckhohn. Data, in the form of sentences or paragraph quotes from romances, are classified and analyzed to obtain a complete understanding of environmental issues based on the concept of the role of nature. The results of the analysis show that the role of nature, which is believed to be both magical and real, will determine the form of identity of its social control. Magical roles provide sacred nature as a form of ecocentricism, while the real role symbolizesthat nature can be mastered or opposed which reflects the form of anthropocentrism from the perspective of environmental ethics. This study also shows that the real role is more dominant than the occult role so the end of the story is shown by the form of sad ending.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengungkapkan konsep peran alam dari pandangan orang Melayu berdasarkan tipe dalam roman Dikalahkan Sang Sapurba karya Ediruslan Pe Amanriza. Metode yang digunakan deskriptif analitis dengan acuan teori etika lingkungan (ekokritik) dan Kluckhohn. Data berupa kutipan kalimat atau paragraf dari roman yang diklasifikasikan dan dianalisis untuk memperoleh gambaran secara lengkap atas persoalan lingkungan hidup berdasarkan konsep peran alam. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa peran alam yang diyakini baik gaib dan nyata akan menentukan wujud identitas kontrol sosialnya. Peran gaib memberikan konsep alam yang suci (sacred nature) sebagai bentuk ekosentrisme, sedangkan peran nyata melambangkan bahwa alam dapat dikuasai atau dilawan yang mencerminkan wujud dari antroposentrisme dari perspektif etika lingkungan. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa peran nyata lebih dominan dibandingkan peran gaib sehingga akhir cerita ditunjukkan dengan bentuk sad ending. 
 
Publisher Balai Bahasa Jawa Timur
 
Contributor
Sebelas Maret University
 
Date 2018-12-24
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion

 
Format application/pdf
 
Identifier http://atavisme.web.id/index.php/atavisme/article/view/474
10.24257/atavisme.v21i2.474.224-237
 
Source ATAVISME; Vol 21, No 2 (2018): ATAVISME; 224-237
2503-5215
1410-900X
 
Language eng
 
Relation http://atavisme.web.id/index.php/atavisme/article/view/474/335
http://atavisme.web.id/index.php/atavisme/article/downloadSuppFile/474/177
http://atavisme.web.id/index.php/atavisme/article/downloadSuppFile/474/178
http://atavisme.web.id/index.php/atavisme/article/downloadSuppFile/474/179
http://atavisme.web.id/index.php/atavisme/article/downloadSuppFile/474/204
http://atavisme.web.id/index.php/atavisme/article/downloadSuppFile/474/205
 
Rights Copyright (c) 2018 ATAVISME
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library