RABIT

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title
PERBANDINGAN METODE BACKPROPAGATION DENGAN MONTE CARLO DALAM MEMPREDIKSI JUMLAH PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PEKANBARU
 
Creator Agustin, Susanti, Junaidi,
 
Description Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang memiliki kasus demam berdarah yang cukup tinggi, yaitu tahun 2012 tercatat 202 kasus, 2013 426 kasus, 2014 tercatat 113 kasus dan pada tahun 2015 tercatat sebanyak 272 kasus. Jumlah setiap tahunnya selalu berubah-ubah, karena disebabkan berbagai faktor yaitu perubahan cuaca yang tidak menentu dan lainnya, hal tersebut membuktkani bahwa Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru belum mampu mengendalikan laju peningkatan penderita demam berdarah. Metode Backpropagation adalah metode peramalan yang sistematik untuk pelatihan multilayer, memiliki dasar matematis yang kuat dan dilatih dengan metode terbimbing.. Dengan 3 lapisan, yaitu lapisan masukan, tersembunyi dan keluaran. Simulasi Monte Carlo adalah tipe simulasi probabilistik dimana untuk memperoleh penyelesaian masalahnya digunakan metode sampling dari proses random. Monte Carlo mengadakan percobaan pada elemen probabilistic melalui sampling acak dengan bantuan pembangkitan bilangan random. Dengan membandingkan kedua tersebut dapat diketahui metode mana yang lebih bagus dalam memprediksi jumlah penderita demam berdarah. Hasil pengujian data dengan kedua metode didapat bahwa metode Backpropagation memiliki standar deviasi yang rendah dibanding metode Monte Carlo, sehingga metode Backpropagation dikatakan lebih baik dalam memprediksi jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue di Kota Pekanbaru
Pekanbaru city is one of the cities that have high dengue fever cases. in 2012 recorded 202 cases, 2013 426 cases, 2014 recorded 113 cases and in 2015 recorded as many as 272 cases. The number of each year is always changing, due to various factors that are erratic and other weather changes, it proves that Departmenet of Health of Pekanbaru City has not been able to control the rate of increase in dengue fever patients. The Backpropagation method is a systematic forecasting method for multilayer training, has a strong mathematical basis and is trained by guided methods. With 3 layers, the input layer, the hidden layer and the output layer. Monte Carlo simulation is a probabilistic type of simulation where to obtain the problem solving used sampling method from random process. Monte Carlo experiments on probabilistic elements through random sampling with the aid of generating random numbers.By comparing the two can be known which method is better in predicting the number of patients with dengue fever. The results of data testing with both methods found that Backpropagation method has a low standard deviation compared to Monte Carlo method, so the method of backpropagation is said to be better in predicting the number of dengue hemorrhagic fever patients in Pekanbaru City
 
Publisher RABIT
 
Date 2017-08-07
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/rabit/article/view/185
 
Source RABIT; Vol 2 No 2 (2017): Terbitan Ke-4 Bulan Juli 2017; 186-195
2502-891X
2477-2062
 
Language ind
 
Relation http://jurnal.univrab.ac.id/index.php/rabit/article/view/185/147
 
Rights Copyright (c) 2017 RABIT
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library