Pemanfaatan Bawang Putih dan Daun Pandan sebagai Pengawet Alami Tahu Ditinjau dari Masa Simpan dan Tingkat Kesukaan

Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Pemanfaatan Bawang Putih dan Daun Pandan sebagai Pengawet Alami Tahu Ditinjau dari Masa Simpan dan Tingkat Kesukaan
 
Creator Cholifah, Nur
Hendrarini, Lilik
Amri, Choirul
 
Subject Public health ; enviromental Health; kesehatan lingkungan
bawang putih; pandan; pengawetan; masa simpan; tahu

 
Description Tahu adalah makanan yang sangat populer di masyarakat. Tahu bersifat mudah rusak (busuk), pada kondisi biasa (suhu kamar) daya tahannya rata-rata 1-2 hari saja. Setelah lebih dari batas tersebut rasanya menjadi asam lalu berangsur-angsur busuk, sehingga tidak layak dikonsumsi lagi. Oleh karena itu, produsen tahu sering menambahkan zat pengawet berbahaya seperti formalin untuk memperpanjang masa simpan tahu. Bawang putih dan daun pandan merupakan alternatif pengawet alami yang diharapkan bisa memperpanjang masa simpan tahu dan mem-buat rasa tahu tetap disukai masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan masa simpan dan citarasa tahu yang direndam dalam campuran larutan 2,5 % bawang putih dan 2,5 % daun pandan dengan tahu yang direndam dalam air mineral. Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian post-test only with control group. Obyek penelitian adalah 1.440 buah tahu putih berukuran 2 cm x 2 cm x 2,5 cm untuk 16 kali ulangan. Masa simpan di-ketahui dengan metoda ESS berdasarkan uji organoleptik, sementara tingkat kesukaan berda-sarkan citarasa diketahui dari lima orang panelis yang mengamati setiap 12 jam sekali. Karena  dengan uji Shapiro-Wilk diketahui bahwa data terdistribusi tidak normal, maka analisis statistik yang digunakan adalah Mann-Whitney yang menghasilkan nilai-p < 0,001; yang dapat disim-pulkan bahwa masa simpan dan citarasa tahu yang direndam dalam campuran larutan 2,5 % bawang putih dan 2,5 % daun pandan berbeda dengan tahu yang direndam dalam air mineral. Lama waktu simpan tahu eksperimen 23,3 jam lebih lama dan citarasanya lebih disukai diban-dingkan dengan tahu kontrol.
 
Publisher Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta
 
Contributor
 
Date 2017-08-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journalsanitasi.keslingjogja.net/index.php/sanitasi/article/view/35
 
Source Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan; Vol 9, No 1 (2017): VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2017; 10-19
2579-3896
1978-5763
 
Language eng
 
Relation http://journalsanitasi.keslingjogja.net/index.php/sanitasi/article/view/35/49
 
Rights http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library