CRITICAL REFLECTIONS OF A CHEMISTRY TEACHER EDUCATOR IN REVEALING TEACHING IDENTITY: A CRITICAL AUTOETHNOGRAPHY RESEARCH

JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title CRITICAL REFLECTIONS OF A CHEMISTRY TEACHER EDUCATOR IN REVEALING TEACHING IDENTITY: A CRITICAL AUTOETHNOGRAPHY RESEARCH
 
Creator Rahmawati, Yuli
Taylor, Peter C
Koul, Rekha K
 
Description This article focuses on critical reflections on my teaching identity when I engaged as a co-teacher with three science teachers and their students from different social and cultural backgrounds. I am a university based chemistry teacher educator from Indonesia who worked in a 3-year longitudinal co-teaching project in lower secondary schools in Western Australia. As the research involved critical reflection on my own professional praxis, I adopted a multi-paradigmatic research approach with critical auto/ethnography as the research methodology. Over time, critical reflection enabled me to develop difference awareness, empathy and rapport, sharing of control and power, mutual understanding and negotiation. However, I found myself struggling to engage deeply with the science teachers and their students, due in part to socio-cultural factors. In this article, I investigate my autobiographical self as a science teacher educator facing the dilemma of aspiring to become increasingly empowered whilst simultaneously being controlled by external socio-cultural forces. As I worked with the 3 science teachers I found within their characters a mirror of my own history as a science teacher. I came to realise the power of meaning making for students’ learning and  also that in my own teaching history I had ignored it when the power of the technical interest strongly controlled the science classroom. The journey of working closely with the three science teachers invoked in me continuous reflection on my own evolving teaching identity as a science educator who is committed to transformative learning theory, who has faith in constructivism as a pedagogical referent, who envisions better teacher-student relationships, and who is trying to establish the wisdom of dialectical thinking; a set of beliefs that I hope will help me to stay on the pathway of increasing empowerment for better education.
Key Words: Co-teaching, teaching identity, auto/ethnography, transformative learning
Paper ini fokus pada refleksi kritis terhadap identitas mengajar saya ketika saya terlibat sebagai guru pendamping dengan tiga guru sains dan murid-murid mereka yang berasal dari latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. Saya adalah dosen sebuah universitas di Indonesia yang mendidik para calon guru kimia,saya telah bekerja di sebuah proyek co-teaching in sekolah-sekolah menengah di Western Australia. Berdasarkan karakteristik penelitian ini yang melibatkan refleksi diri terhadap praktik professional saya, saya menggunakan penelitian multi-paradigmatic dengan critical auto-etnography sebagai metodologi penelitian. Refleksi diri secara kritis telah membantu saya menyadari pentingnya menghargai perbedaan, berempati, membangun hubungan secara integral, berbagi control, saling memahami dan bernegosiasi. Akan tetapi, saya berjuang untuk dapat bekerja sama dengan guru-guru dan murid-murid, terutama dalam hal memahami perbedaan sosial dan budaya di antara kami.  Pada artikel ini, saya menginvetigasi biografi diri saya ketika menghadapi dilemma untuk prinsip mengajar saya, tapi banyak faktor yang membuat saya kembali ke praktek saya sebelumnya. Ketika saya bekerja dengan tiga guru sains tersebut, saya melihat diri saya pada diri mereka. Saya semakin menyadari, seringkali mengabaikan pemahaman murid-murid saya, karena terlalu fokus pada selesainya topik pada kurikulum yang saya sampaikan. Saya semakin menyadari kuatnya technical interest pada identitas saya sebagai guru sains. Perjalanan saya bekerja sama dengan guru-guru sains tersebut membuat saya selalu merefleksikan diri saya dan berkomitmen bahwa saya ingin menjadi pendidik yang berkomitmen terhadap transformative learning, memegang prinsip kontruktivism sebagai arahan menngajar serta membangun hubungan yang baik dengan murid-murid saya, dan memegang prinsip berpikir secara dialektik. Satu set belief ini saya percaya akan membuat saya tetap menjadi pendidik yang terus mempunyai visi melakukan perubahan pendidikan ke arah yang lebih baik.
 
Kata Kunci : Co-teaching, identitas mengajar, auto/ethnography, teori belajar transformatif
 
Publisher LPPM Universitas Negeri Jakarta
 
Date 2013-06-27
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jrpk/article/view/3047
10.21009/JRPK.031.01
 
Source JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia; Vol 3 No 1 (2013): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 3 Nomor 1 (2013); 142 - 155
2597-8772
2252-5378
10.21009/JRPK.031
 
Language eng
 
Relation http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jrpk/article/view/3047/2200
 
Rights Copyright (c) 2017 JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library