STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMADALAM NOVELAYAT-AYAT CINTAKARYA HABIBURRAHMAN ELSHIRAZY (SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)

SASTRANESIA (Jurnal Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia)

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMADALAM NOVELAYAT-AYAT CINTAKARYA HABIBURRAHMAN ELSHIRAZY (SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)
 
Creator Dwi, Ellia
 
Description Krisnawati, Ellia Dwi 2012. Struktur Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Sirazy (Sebuah Kajian Psikologi Sastra) Dosen Pembimbing: Moch. Khozin, S.Ag. M.SI. Kata Kunci: Novel, Struktur Kepribadian, Psikologi Novel adalah cerita berbentuk prosa yang mengungkapkan suatu konsentrasi kehidupan pada saat keadaan tegang dan menggambarkan kehidupan yang tegas.Psikologi lahir sebagai ilmu yang berusaha memahami manusia seutuhnya yang hanya dapat dilakukan melalui pemahaman tentang kepribadian teori psikologi kepribadian melahirkan konsep-konsep tingkah laku. Penelitian ini mengkaji novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazykarya Habiburrahman El Shirazy mengangkat tema sosial dan karakter tokoh yang kuat  tentang tekanan mental dan perubahan yang dialami oleh Fahri  sebagai tokoh utama.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua permasalahan, yaitu aspek kepribadian dan moral tokoh utama.Permasalahan tersebut dianalisis berdasarkan pendekatan Psikologi sastra dengan memanfaatkan teori struktur psikologi Sigmund Freud.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan data yang  terdapat dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy sebagai  bahan analisis. Data yang diperoleh akan dianalisis sesuai teori Struktur Kepribadian Sigmund Freud.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Ayat-Ayat Cinta (1) Kepribadian tokoh Fahri dalam novel Ayat-Ayat Cinta lebih banyak melakukan dan mengalami aspek Ego yakni kebutuhan  psikologis dan Id, sedangkan aspek super ego jarang ditemukan. Dari pebandingan tersebut maka kepribadian Fahri tergolong lebih mengikuti kebutuhan-kebutuhan psikologis kemudian disertai kebutuhan biologis sebagai kelanjutan pemenuhan kebutuhan tersebut. Hubungan sosial sangat jarang dilakukan artinya Fahri memiliki kemampuan bersosial yang baik (2) Moral tokoh Fahri tergolong baik, sesuai dengan data yang diperoleh dari analisis struktur kepribadian, Fahri lebih mementingkan kebutuhan biologis (Id) dan mengikuti kebutuhan psikologi individu (ego), disertai aspek super ego sebagai pertimbangan dalam melakukan sesuatu sehingga yang dilakukan Fahri sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyasrakat.
 
Publisher STKIP PGRI Jombang
 
Contributor
 
Date 2017-05-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document
 
Identifier https://ejournal.stkipjb.ac.id/index.php/sastra/article/view/97
10.32682/sastranesia.v1i1.97
 
Source SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia; Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
2598-8271
2337-7712
 
Language eng
 
Relation https://ejournal.stkipjb.ac.id/index.php/sastra/article/view/97/42
 
Rights Copyright (c) 2017 Journal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library