EKSISTENSI ADAT DALAM KETERATURAN SOSIAL ETNIS DAYAK DI KAMPUNG BONSOR BINUA SAKANIS DAE

Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title EKSISTENSI ADAT DALAM KETERATURAN SOSIAL ETNIS DAYAK DI KAMPUNG BONSOR BINUA SAKANIS DAE
EKSISTENSI ADAT DALAM KETERATURAN SOSIAL ETNIS DAYAK DI KAMPUNG BONSOR BINUA SAKANIS DAE
 
Creator Efriani, Efriani
Dewantara, Jagad Aditya
Fransiska, Meliya
Ramadhan, Iwan
Agustinus, Edy
 
Description Abstrak
Masyarakat Dayak di Kampung Bonsor Binua Sakanis Dae, hingga kini menggunakan adat sebagai instrumen penyelesaian sengketa ataupun persoalan sosial budaya ini bertujuan untuk mengungkapkan eksistensi adat dalam keteraturan sosial masyarakat Dayak di Kampung Bonsor Binua Sakanis Dae. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis yang dilakukan dengan wawancara secara mendalam, observasi partisipatif dan juga pendokumentasian data dan informasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa eksistensi adat sebagai sistem hukum di dalam kehidupan masyarakat di Kampung Bonsor Binua Sakanis Dae tampak dalam empat fenomena (1) diakui adat sebagai sistem nilai dan hukum oleh masyarakat di Kampung Bonsor, (2) terdapatnya pola kepemimpinan tradisional yang terstruktur dalam bentuk Binua, (3) terdapatnya prosedur penyelesaian sengketa/permasalahan berupa baras banyu, buah tangah, tail, dan pati nyawa, dan (4) memiliki jangkauan yang bersifat teritorial genealogis yang berlaku berdasarkan wilayah adat.
The Dayak community in the village of Bonsor Binua Sakanis Dae uses custom as a dispute resolution or socio-cultural problem, this study aimed to reveal the existence of adat in the social order of the Dayak community in the Bonsor Binua Sakanis Dae Village. This research used an ethnographic approach, which involved in-depth interviews, participatory observations, and also the documentation of data and information. This research shows that custom, as a legal system in the life of the people in Kampung Bonsor Binua Sakanis Dae, can be seen in four phenomena: (1) the custom is recognized by the people in Bonsor Village as a system of values and law, (2) it is shown in the existence of a structured traditional leadership pattern in the community form of Binua, (3) there are procedures for resolving disputes/problems in the form of baras banyu, buah tangah, tail, and starch of life, and (4) having a genealogical territorial range that applies based on customary areas.
 
Publisher Universitas Kristen Satya Wacana
 
Date 2021-12-09
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/4874
10.24246/jrh.2021.v6.i1.p87-106
 
Source Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; Vol 6 No 1 (2021): Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; 87-106
2541-5417
2541-4984
10.24246/jrh.2021.v6.i1
 
Language ind
 
Relation https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/4874/1931
 
Rights Copyright (c) 2021 Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library