Pengembangan Kemitraan Desa Binaan Melalui Pengembangan Kampung Tematik Jahe-Temulawak di Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Semarang

Kangmas: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Pengembangan Kemitraan Desa Binaan Melalui Pengembangan Kampung Tematik Jahe-Temulawak di Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Semarang
Development of Partnership in the Managed Village Through the Development of the Thematic Village of Jahe-Temulawakin Kramas Sub-District Tembalang Semarang
 
Creator Mulyati, Sri
Ardiyanto, Jeffri
W., Ardi Soesilo
Rusyadi, Luthfi
 
Subject developing partnerships in fostered villages
developing ginger-temulawak thematic villages
pengembangan kemitraan desa binaan
pengembangan kampung tematik jahe-temulawak
 
Description Kelurahan Kramas merupakan salah satu wilayah Binaan/Desa Binaan Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi. Pengembangan kemitraan Desa Binaan ini dilakukan oleh civitas akademika Prodi D-IV Teknik Radiologi Jurusan TRR sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma PT, khususnya untuk Pengabdian kepada Masyarakat. Sinergi dari PT dan wilayah Binaan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah Binaan atau mengatasi permasalahan yang ada di dalam masyarakat.  Oleh karena itu perlu adanya kegiatan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan produktivitas kegiatan pengolahan jamu tradisional berbahan dasar jahe dan  temulawak ini nantinya diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan bagi warga kampung tematik khususnya dan wilayah Kramas pada umumnya.  Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan terkait produksi makanan-minuman terkait industri rumah tangga dengan nara sumber dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, cara pengajuan ijin PIRT, cara membuat produk memiliki brand/labelling. Mitra kegiatan ini adalah Kelurahan Kramas kecamatan Tembalang Kota Semarang dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Selain itu dilakukan pendampingan secara berkala di masyarakat Kramas yang merupakan kampung tematik Jahe-Temulawak di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Setelah dilakukan penyuluhan dan pendampingan tentang pengolahan bahan pangan-jamu tradisional, minuman dan makanan  kemasan dan lain-lain warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dan semangat untuk mendaftarkan produknya yang berpeluang untuk pengajuan PIRT untuk produk yang tahan lama, sementara jamu minuman kemasan tidak membutuhkan PIRT. Dengan adanya pengolahan yang benar, labelling, dan packaging yang menarik yang diproduksi oleh warga kampung tematik Jahe-Temulawak ini diharapkan dapat memiliki daya ungkit untuk menambah nilai ekonomis, atau harga jual produk dengan pangsa pasar yang lebih luas.
Kramas Village is one of the target areas/Guided Villages of the Department of Radiodiagnostic Engineering and Radiotherapy. The development of the partnership of the assisted villages was carried out by the academic community of the D-IV Radiology Engineering Study Program, TRR Department as a form of implementing the Tri Dharma PT, especially for Community Service. Synergy from PT and the target area is expected to improve the welfare of the community in the target area or overcome problems that exist in the community. Therefore, it is necessary to have training and mentoring activities in order to increase the productivity of traditional herbal medicine processing activities made from temulawak, which are later expected to help improve the welfare of the residents of thematic villages in particular and the Kramas area in general. This community service method is carried out by providing counseling related to food-beverage production related to the household industry with resource persons from the Semarang City Health Office, how to apply for a PIRT permit, how to make products have a brand/labeling. In addition, regular assistance is carried out in the Kramas community which is the thematic Ginger-Temulawak village in Tembalang District, Semarang City. After counseling about processed traditional herbal foods, drinks and packaged foods and others, the residents were very enthusiastic about participating. And the enthusiasm to register their products that have the opportunity to apply for PIRT for durable products, while packaged herbal drinks do not require PIRT. With proper processing, labeling, and attractive packaging produced by the residents of the Ginger-Temulawak thematic village, it is hoped that they can have leverage to add economic value, or the selling price of products with a wider market share.
 
Publisher Neolectura
 
Date 2021-11-23
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journal.neolectura.com/index.php/Kangmas/article/view/423
10.37010/kangmas.v2i3.423
 
Source KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat; Vol. 2 No. 3 (2021): KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat; 265-273
KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat; Vol 2 No 3 (2021): KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat; 265-273
2722-2004
10.37010/kangmas.v2i3
 
Language ind
 
Relation http://journal.neolectura.com/index.php/Kangmas/article/view/423/303
 
Rights Copyright (c) 2021 Sri Mulyati, Jeffri Ardiyanto, Ardi Soesilo W., Luthfi Rusyadi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library