Pengaruh Pemberian Neuromuscular Taping Method Untuk Memperbaiki Fungsional Otot Wajah Pada Penderita Bell’s Palsy di Kota Singaraja

Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Pengaruh Pemberian Neuromuscular Taping Method Untuk Memperbaiki Fungsional Otot Wajah Pada Penderita Bell’s Palsy di Kota Singaraja
 
Creator Kristanti, Vincentia; Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Mahasiswa Prodi Fisioterapi, ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya, Malang, Indonesia
Hargiani, Fransisca Xaveria; Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Dosen Prodi Fisioterapi, ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya, Malang, Indonesia
Kusuma, Wahyu Teja; Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Dosen Prodi Sarjana Informatika, ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya, Malang, Indonesia
Halimah, Nurul; Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Dosen Prodi Fisioterapi, ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya, Malang, Indonesia
 
Description Pemasangan taping dekompresi ini dikenal dengan sebutan neuromuscular taping method (NMT). Bekerja secara eksentrik dan dekompresi untuk mengangkat kulit wajah dan melebarkan ruang interstitial, sehingga dapat meningkatkan sirkulasi, membantu proses penyerapan cairan pada kulit wajah, dan mengurangi tekanan pada area subkutan. Penelitian ini berfokus pada pemberian NMT dengan keberhasilan fisioterapi pada pasien bell’s palsy. Penelitian ini menggunakan analitik observasional, pemberian program perlakuan dengan menggunakan NMT kepada sampel populasi bell’s palsy yang sesuai dengan kriteria inklusi selama 3x/minggu selama 2 bulan. Berdasarkan analisa data hasil dari evaluasi menggunakan parameter ugo fisch scale dimana terdapat variasi dalam perbaikannya. Pasien S sebelum pemberian perlakuan didapatkan skor nilai 22 dan hasil setelah pemberian perlakuan T9 didapatkan skor nilai 100. Pada pasien B sebelum pemberian perlakuan didapatkan skor nilai 34 dan hasil setelah pemberian perlakuan T9 skor nilai 100. Pada pasien R sebelum pemberian perlakuan nilai skor 58 dan setelah pemberian perlakuan T5 skor nilai 100. Pada pasien F sebelum pemberian perlakuan nilai skor 70 dan setelah pemberian perlakuan T5 skor nilai 100.
 
Publisher FORIKES
 
Contributor
 
Date 2022-01-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion

 
Identifier http://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/1723
10.33846/sf.v13i1.1723
 
Source Jurnal Penelitian Kesehatan "SUARA FORIKES" (Journal of Health Research "Forikes Voice"); Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES; Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
2502-7778
2086-3098
10.33846/sf131
 
Language en
 
Relation http://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/downloadSuppFile/1723/454
 
Rights Copyright (c) 2021 Vincentia Kusuma Kristanti
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library