PERTANGGUNGJAWABAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN TERBATAS MELALUI INDIKATOR ALTER EGO DALAM PENERAPAN DOKTRIN PCV DI INDONESIA

Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PERTANGGUNGJAWABAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN TERBATAS MELALUI INDIKATOR ALTER EGO DALAM PENERAPAN DOKTRIN PCV DI INDONESIA
PERTANGGUNGJAWABAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN TERBATAS MELALUI INDIKATOR ALTER EGO DALAM PENERAPAN DOKTRIN PCV DI INDONESIA
 
Creator Wardhana, Gideon Paskha
 
Description This research aims to understand the purpose of the adaption of the alter ego as an indicator to the doctrine of piercing the corporate veil (PCV) and the concept of personal liability in Act No. 40 of 2007 on Limited Liability Company (LLA 2007). In addition, this research will evaluate the effectiveness of the legal protection that is given through the implementation of the alter ego. This juridical and normative research uses literature and qualitative research method on the secondary resources. The research result shows that the responsibility of shareholders in a limited company (PT) is limited to the number of shares they have in the company. Currently, this characteristic of limited liability and separate legal entities is often misused to create a shield for shareholders so that they can avoid being personally liable for their illegal acts. To prevent this deviant practice, the PCV doctrine, which acts as an exception to the principle of limited liability, has been adopted by the LLA 2017. However, the PCV doctrine is only partially adopted. Likewise with the alter ego is an indicator, which is ineffective and rarely used.
Penelitian ini ditujukan guna memahami tujuan dari diadopsinya alter ego sebagai indikator dalam penerapan doktrin piercing the corporate veil (PCV) dan konsep pertanggungjawaban harta pribadi pemegang saham dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT 2007), serta mengukur efektifitas dari perlindungan hukum yang diberikan melalui penerapan alter ego sebagai indikator  doktrin PCV tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan dianalisa dengan metode penelitian kualitatif atas data sekunder yang ditemukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pemegang saham pada suatu PT, hanya terbatas pada sejumlah saham yang mereka miliki. Saat ini, karakteristik pertanggungjawaban terbatas dan badan hukum yang terpisah ini sering disalahgunakan untuk menciptakan tameng bagi para pemegang saham. Guna mencegah praktek yang menyimpang ini, doktrin PCV telah diadopsi oleh UUPT 2007. Namun demikian, doktrin PCV tersebut hanya diadopsi secara setengah-setengah. Begitu pula dengan alter ego sebagai indikator yang mana penerapannya tidak efektif dan jarang digunakan.
 
Publisher Universitas Kristen Satya Wacana
 
Date 2021-10-27
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/4844
10.24246/jrh.2021.v6.i1.p19-36
 
Source Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; Vol 6 No 1 (2021): Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; 19-36
2541-5417
2541-4984
10.24246/jrh.2021.v6.i1
 
Language ind
 
Relation https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/4844/1906
 
Rights Copyright (c) 2021 Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library