ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING DITINJAU DARI PERBANDINGAN HUKUM INDONESIA, FILIPHINA, DAN MALAYSIA

Unes Law Review

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING DITINJAU DARI PERBANDINGAN HUKUM INDONESIA, FILIPHINA, DAN MALAYSIA
 
Creator Erlianto, Reviansyah
Siwi, Galih Raka
Donri, Wahyu
 
Description Globalization certainly has an impact on developments in every country, therefore forest conversion activities are carried out with government permission. In practice, several acts of excessive forest exploitation were found which were classified as criminal acts of illegal logging. The purpose of this study is to understand the existence of the state in forest monitoring and management, and to compare illegal logging crimes in Indonesia, Malaysia, and the Philippines in terms of the laws and regulations of each country. The normative legal research method is in the form of secondary data, the author makes a legal comparison between the laws of the three countries collected through literature study. The results obtained, that the crime of illegal logging is a large and organized crime, in their regulations have condemned all actions related to environmental destruction including illegal logging, weak law enforcement is a factor that causes this crime to be repeated every year.
Globalisasi tentu membawa dampak terhadap perkembangan pembangunan pada setiap negara, khususnya pada daerah yang memiliki potensi sumber daya yang berlimpah, oleh karena itu dilaksanakannya kegiatan pengalihfungsian hutan yang dilakukan atas izin negara melalui pemerintah. Namun dalam pratiknya ditemukan beberapa tindakan yang dilakukan sebagian oknum untuk mengeksploitasi kawasan hutan secara berlebih demi meraup keuntungan yang nantinya diklasifikasikan kedalam tindak pidana pembalakan liar (Illegal Logging). Tujuan dilakukan penelitian ini ialah memahami eksistensi negara dalam pengawasan dan pengelolaan kawasan hutan, serta membandingkan tindak pidana pembalakan liar di Indonesia, Malaysia, dan Filiphina ditinjau dari peraturan perundang-undangan pada masing-masing negara. Metode penelitian hukum normatif berupa data sekunder, serta penulis melakukan perbandingan hukum antara hukum Indonesia, Malaysia, dan Filiphina yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh, bahwa tindak kejahatan pembalakan liar merupakan tindak pidana yang besar dan terorganisir, ketiga negara dalam regulasinya telah mengutuk semua tindakan yang berhubungan dengan perusakan lingkungan termasuk pembalakan liar, lemahnya penegakan hukum menjadi faktor penyebab kejahatan ini terulang setiap tahunnya.
 
Publisher LPPM Universitas Ekasakti Padang
 
Date 2021-10-05
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://review-unes.com/index.php/law/article/view/212
10.31933/unesrev.v4i1.212
 
Source UNES Law Review; Vol 4 No 1 (2021): UNES LAW REVIEW (September 2021); 35-47
2622-7045
2654-3605
10.31933/unesrev.v4i1
 
Language eng
 
Relation http://review-unes.com/index.php/law/article/view/212/125
 
Rights Copyright (c) 2021 Reviansyah Erlianto, Galih Raka Siwi, Wahyu Donri
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library