Tauco, Perpaduan Rasa yang Eksotis

Khasanah Ilmu : Jurnal Pariwisata dan Budaya

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Tauco, Perpaduan Rasa yang Eksotis
 
Creator Lestari, Nurul Sukma
Aprillia, Jessica Glory
 
Subject Pariwisata
Tauco, makanan khas, asimilasi
 
Description Abstrak Makanan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan Pariwisata di suatu daerah.  Banyak wisatawan yang datang ke suatu daerah karena ingin mencoba makanan khas dari daerah tersebut.  Indonesia kaya akan makanan khas dari tiap daerah, salah satunya adalah Tauco. Tauco merupakan ikonik dari Kota Cianjur. Tauco adalah makanan berfermentasi yang berfungsi sebagai bumbu dalam masakan.  Dengan seiring jaman, bangsa Cina yang tinggal dan menetap mulai memperkenalkan Tauco kepada masyarakat setempat.  Tetapi karena rasa asli Tauco kurang digemari oleh masyarakat setempat, maka rasa Tauco mulai mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan rasa yang dikenal oleh masyarakat setempat.  Perlu untuk mengetahui jejak sejarah dari tiap makanan tradisional agar kita dapat menjaga dan melestarikan serta memperkenalkan ke dunia luar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah dari Tauco, cara pembuatan tauco dan bagaimana eksistesinya saat ini.  Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan melakukan pengumpulan data dengan cara wawancara, kuisioner dan studi literatur.  Nara sumber adalah pemilik pabrik tauco yang merupakan keturunan keempat dari generasinya dan pemilik rumah makan yang sudah berkecimpung di dunia restoran selama 68 tahun. Sedangkan untuk responden kuisioner didapatkan 100 orang yang berasal dari berbagai kota.  Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Tauco dibawa pertama kali ke kota Cianjur oleh bangsa Tiongkok (China) pada masa penjajahan Belanda yang kemudian berasimilasi dengan rasa lokal sehingga dapat diterima dan disenangi oleh masyarakat. Cara pembuatan masih menggunakan cara tradisional, terutama proses pengeringan yang masih menggunakan sinar matahari, menggunakan kendi tanah liat yang sudah berumur ratusan tahun dan cara pemasakan yang manggunakan kayu bakar.  Sedangkan eksistensi tauco sampai saat ini masih banyak berada di generasi tua.  Karenanya disarankan untuk lebih memperkenalkan masakan tradisional seperti tauco kepada generasi muda, bisa melalui seminar atau pengetahuan tambahan yang diberikan di sekolah.  Agar generasi muda dapat mengenal, menyukai dan ikut menjaga masakan khas daerahnya. Keyword : Tauco, Makanan Khas, Asimilasi  Abstract Food is one way to increase tourism. Because sometimes tourists come to specific area because they want to try special foods from that area. Indonesia is rich in specialties from each region, one of which is Tauco. Tauco is an iconic of Cianjur. Tauco is a fermented food that serves as a spice in cooking. Derived from soybeans through a long process because it still uses the traditional method so that it becomes a cooking spice that can be used to cook various kinds of food ingredients such as fish, vegetables, chicken, and many more. The purpose of this research is to know the history of Tauco, how to make tauco and how it exists today. The research method used is qualitative and performs data collection by interviews, questionnaires and literature studies. The resource person is a tauco factory owner who is the fourth descendant of his generation and a restaurant owner who has been in the restaurant world for 68 years. Meanwhile, for the questionnaire respondents, it was found that 100 people came from various cities. The results of this study found that Tauco was first brought to the city of Cianjur by the Chinese during the Dutch colonial period which then assimilated it with a local taste so that it could be accepted and liked by the community. The manufacturing method still uses traditional methods, especially the drying process which still uses sunlight, using a clay jug that is hundreds of years old and the cooking method using firewood. Meanwhile, the existence of tauco is still in the older generation. Therefore, it is advisable to introduce more traditional dishes such as tauco to the younger generation, through seminars or additional knowledge given at school. So that the younger generation can get to know, like and take part in preserving their regional specialties. Keyword:  Tauco, Specialty Food, Assimilation
 
Publisher Universitas Bina Sarana Informatika
 
Contributor
 
Date 2021-09-10
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Artikel yang dipeer-review
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khasanah/article/view/9939
10.31294/khi.v12i2.9939
 
Source Khasanah Ilmu; Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021; 106-114
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya; Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021; 106-114
2655-5433
2087-0086
10.31294/khi.v12i2
 
Language ind
 
Relation https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khasanah/article/view/9939/4989
 
Rights ##submission.copyrightStatement##
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library