ANALISIS KEBIJAKAN IMPOR BERAS 1 JUTA TON OLEH PEMERINTAH INDONESIA: DATA DAN ANALISIS MEDIA SOSIAL

Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan dan Administrasi Publik

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title ANALISIS KEBIJAKAN IMPOR BERAS 1 JUTA TON OLEH PEMERINTAH INDONESIA: DATA DAN ANALISIS MEDIA SOSIAL
 
Creator Basuki, Zahra Mahreva
Putra Hidayat, Rizky Juda
Asih, Puji Susilo
Sihidi, Iradhad Taqwa
 
Description The rice import plan to be carried out by the Indonesian government is a very interesting issue to discuss considering that Indonesia is known as an agricultural country. Based on data shown by BPS in 2017, around 29.76% of Indonesia's population works as farmers. This means that when rice import activities are carried out, the welfare of 31.68 million people (farmers) will experience a decline. This study aims to analyze the Indonesian government's plan to import 1 million tonnes of rice, from the perspective of the community that is broadcast on the data and analysis on social media. Meanwhile, data and social media analysis can be seen on (Twitter) obtained through Drone Emprit in the period 13-19 March 2021. The results found based on the data displayed by Drone Emprit show that the issue or plan to import 1 million tons of rice is an inviting policy. many pros and cons in society. The policy for rice imports is strongly rejected by the majority of Twitter people because farmers will enter the main harvest, which is when rice imports continue, what happens is a decrease in the selling price of rice from farmers. And as a result, the farmers will experience a lot of losses.
Rencana impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia menjadi isu yang sangat menarik untuk diskusikan mengingat Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris. Berdasarkan data yang ditunjukkan oleh BPS pada tahun 2017, sekitar 29,76 % penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani. Artinya ketika kegiatan impor beras tetap dilakukan, maka kesejahteraansebanyak 31, 68 juta orang (petani) mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait rencana pemerintah Indonesia untuk mengimpor beras sebanyak 1 juta ton, dari perspektif masyarakat yang disarkan pada data serta analisis pada media sosial. Sedangkan data dan analisis sosial media dilihat pada (twitter) yang diperoleh melalui Drone Emprit pada periode 13-19 Maret 2021. Hasil yang ditemukan berdasarkan data yang ditampilkan oleh Drone Empirit menujukkan bahwa isu atau rencana impor beras sebanyak 1 juta ton menjadi sebuah kebijakan yang mengundang banyak pro-kontra di masyarakat. Kebijakan untuk impor beras ini ditolak keras oleh mayoritas masyarakat twitter sebab petani akan memasuki panen raya, yang mana ketika impor beras tetap dilanjukan maka yang terjadi adalah menurunnya harga jual beras dari petani. Dan alhasil para petani akan mengalami banyak kerugian.
 
 
 
Publisher Universitas Jenderal Ahmad Yani
 
Date 2021-08-20
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ejournal.fisip.unjani.ac.id/index.php/jurnal-academia-praja/article/view/485
10.36859/jap.v4i2.485
 
Source Jurnal Academia Praja; Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Academia Praja; 474-495
2715-9124
2614-8692
10.36859/jap.v4i2
 
Language ind
 
Relation http://ejournal.fisip.unjani.ac.id/index.php/jurnal-academia-praja/article/view/485/270
 
Rights Copyright (c) 2021 Jurnal Academia Praja
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library