STRUKTUR NASKAH DRAMA MATAHARI SETENGAH MATI KARYA AGUS REGO SUBAGYO

MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title STRUKTUR NASKAH DRAMA MATAHARI SETENGAH MATI KARYA AGUS REGO SUBAGYO
Struktur Naskah Drama Matahari Setengah Mati Karya Agus Rego Subagyo
 
Creator Siti Mutmainah Latifah
Wika Soviana Devi
 
Description This study aims to describe the character elements, roles, characters, events, motifs, plots, conflicts, settings, language cultivation, themes, and mandates contained in the drama script of Matahari Half Mati. This type of research uses qualitative research with descriptive methods. The results showed that this drama script has seven symbolic figures. These characters have their own roles and characters. This drama script with the theme of family life without a leader does not have a purposeful goal. Many problems arise in the family. The messages that can be taken from this drama script are: a) the importance of education in order to become an intelligent person and have broad insight. b) don't be a leader who doesn't care about the fate of the little people. c) do not be a man who can not restrain his lust. This drama script does not have a clear conflict. The author does not explain clearly where the conflict begins, the conflict peaks, and the resolution. The finishing part of this drama is incomplete and seems to hang.
Keywords: character, drama, family, conflict, message
Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur tokoh, peran, karakter, peristiwa, motif, alur, konflik, latar, penggarapan bahasa, tema, dan amanat yang terdapat pada naskah drama Matahari Setengah Mati. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa naskah drama ini memiliki tujuh tokoh simbolis. Tokoh-tokoh ini memiliki peran dan karakternya masing-masing. Naskah drama ini bertema kehidupan keluarga tanpa seorang pemimpin tidaklah memiliki tujuan yang terarah. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang muncul dalam keluarga tersebut. Amanat yang dapat diambil dari naskah drama ini yaitu: a) pentingnya pendidikan agar menjadi pribadi yang cerdas dan memiliki wawasan yang luas. b) janganlah menjadi pemimpin yang tidak peduli terhadap nasib rakyat kecil. c) janganlah menjadi manusia yang tidak dapat menahan hawa nafsunya. Naskah drama ini tidaklah memiliki konflik yang jelas. Pengarang tidak menceritakan dengan jelas dibagian mana konflik dimulai, konflik memuncak, serta penyelesaian. Bagian penyelesaian drama ini tidak tuntas dan terkesan menggantung.
 
 
Publisher Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia
 
Date 2021-06-28
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Identifier http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/matapena/article/view/1191
 
Source MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya; Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021; 47-59
2621-9042
2621-9050
 
Language eng
 
Relation http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/matapena/article/view/1191/589
 
Rights Copyright (c) 2021 MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library