PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK USIA 2,2 TAHUN DALAM TATARAN SINTAKSIS

MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK USIA 2,2 TAHUN DALAM TATARAN SINTAKSIS
Pemerolehan PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK USIA 2,2 TAHUN DALAM TATARAN SINTAKSIS
 
Creator Nurtati Muharomah
 
Description This study aims to determine the acquisition of language spoken by children and describe the process of language pronunciation in a syntactic level. The research subject was a 2,2 year old child named Zaynaya Lulu Ajmalia whose parents are Sundanese. The method in this research is descriptive qualitative. Describing the qualitative methodology resulted in data in the form of spoken words which were transcribed. The data collection technique uses the method with interview techniques, recording the words spoken by the child. Based on Naya's research, she has been able to pronounce one word utterances (USK), two-word utterances (UDK), a series of words that form interrogative, declarative, and imperative sentences. Naya produced more declarative sentences of 9 sentences. Naya's acquisition of language is influenced by the parents' first language, namely Sundanese. Naya, who in her speech includes Sundanese vocabulary.
Keyword: acquisition of language, first language, syntax
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemerolehan bahasa yang diucapkan anak dan mendeskripsikan proses pengucapan bahasa dalam tataran sintaksis. Subjek penelitian adalah anak berusia 2,2 tahun, bernama Zaynaya Lulu Ajmalia yang orang tuanya adalah masyarakat Sunda. Metode dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Mendeskripsikan metodologi kualitatif menghasilkan data berupa ucapan lisan yang ditransktripsikan. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode dengan teknik wawancara, merekam kata yang diucapkan anak. Berdasarkan penelitian Naya telah mampu mengucapkan Ujaran Satu Kata (USK), Ujaran Dua Kata (UDK), rangkaian kata yang membentuk kalimat interogatif, deklaratif, dan imperatif. Naya lebih banyak menghasilkan kalimat deklaratif sebanyak 9 kalimat. Pemerolehan bahasa yang diperoleh Naya dipengaruhi oleh bahasa pertama orang tua, yaitu bahasa Sunda. Naya yang dalam tuturannya memasukkan kosakata bahasa Sunda. 
 
Publisher Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia
 
Date 2021-06-28
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Identifier http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/matapena/article/view/1189
 
Source MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya; Vol. 4 No. 1 (2021): Juni 2021; 37-46
2621-9042
2621-9050
 
Language eng
 
Relation http://ejurnal.unim.ac.id/index.php/matapena/article/view/1189/587
 
Rights Copyright (c) 2021 MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library