Alternative Dispute Resolution Between Nurses and Patients in Case of Treating Premature Infant

Jurnal Hukum Lex Generalis

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Alternative Dispute Resolution Between Nurses and Patients in Case of Treating Premature Infant
Alternatif Penyelesaian Sengketa Antara Perawat dan Pasien dalam Kasus Penanganan Bayi Prematur
 
Creator Dewiwaty
 
Subject Premature Infant
Patient
Nurse
Bayi Prematur
Pasien
Perawat
 
Description Everyone on this earth wants to be healthy. Various efforts are made to be healthy, starting from implementing a good lifestyle to seeking good health services. The role of a health worker, especially a nurse, is also a driving force in the health sector. Duties and authorities must be obeyed by a nurse in carrying out her profession, but all of that is not free from mistakes or omissions made by a nurse to her patients. For this reason, good faith is needed in resolving disputes encountered while carrying out their profession. A dispute that arises between a nurse and a patient or patient's family should be resolved by mediation without being taken directly to legal channels, for this reason, good communication is needed between the two warring parties. All of this was done so as not to cause prolonged fatigue between the two parties in resolving disputes.
Semua orang di muka bumi ini menghendaki sehat. Berbagai upaya dilakukan untuk bisa sehat mulai dari menerapkan pola hidup yang baik sampai dengan mencari pelayanan kesehatan yang baik. Peran seorang tenaga kesehatan khususnya perawat juga menjadi motor penggerak dalam bidang kesehatan. Tugas dan wewenang yang wajib dipatuhi oleh seorang perawat dalam menjalani profesi nya, tetapi semua itu tidak luput dari kesalahan atau kelalaian yang dilakukan seorang perawat terhadap pasiennya. Untuk itulah dibutuhkan iktikad yang baik dalam penyelesaikan sengketa yang dihadapi selama menjalankan profesinya. Suatu sengketa yang timbul antara perawat dan pasien atau keluarga pasien hendaknya diselesaikan dengan mediasi tanpa langsung dibawa ke jalur hukum, untuk itulah diperlukan komunikasi yang baik antara kedua belah pihak yang bertikai. Semua itu dilakukan supaya tidak menimbulkan rasa lelah berkepanjangan antara kedua belah pihak dalam penyelesaian sengketa.
 
Publisher CV Rewang Rencang
 
Date 2021-06-29
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/76
 
Source Jurnal Hukum Lex Generalis; Vol. 2 No. 6 (2021): Family Law Theme; 435-459
2746-4075
 
Language ind
 
Relation https://ojs.rewangrencang.com/index.php/JHLG/article/view/76/38
 
Rights Copyright (c) 2021 Jurnal Hukum Lex Generalis
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library