Ruang Gender Dalam Pendekatan Ekologi Politik Feminis

Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Ruang Gender Dalam Pendekatan Ekologi Politik Feminis
Ruang Gender Haruskah Selalu dipisah? Ruang Kelola Wilayah Adat dan Pendekatan Ekologi Politik Feminis
 
Creator Tiominar, Betty
Afiff, Suraya A
 
Subject Anthropology
Feminist political ecology; participatory mapping; indigenous territory; gender; juhu.
Anthropology
feminist political ecology, participatory mapping, indigenous territory, gender, Juhu
 
Description Gender space generally separates space and place of land and natural resources management and utilization based on gender. The assumption these gender space segregation with firm boundary lines implicated demand to showing women's control, utilization, and management of the land and natural resources on the participatory mapping result that is mostly facilitated by JKPP in Indonesia. One of the purposes of this demand is to include women's interests over space in every decision-making process that has an impact on the women's production areas. In fact, not all places have separated the control, utilization, and management of the land and natural resources based on gender. In an agrarian society, like in Indonesia, most of the areas for control, utilization, and management of the land and natural resources are communal based, which is means that the land and natural resources are joint management by men and women. In one indigenous territory, at two different places and times, gender based management can undergo changes. Taking the case of the Balai Juhu in Hulu Sungai Tengah Regency, South Kalimantan, using a feminist political ecology framework, this article examines the complexities of gender segregation on indigenous territory 
Kajian ruang gender secara umum mengasumsikan adanya pemisahan ruang pengelolaan antara laki-laki dan perempuan dengan garis batas pemisahan yang tegas. Implikasi dari asumsi tersebut dalam proses pemetaan partisipatif wilayah adat adalah adanya tuntutan dari para aktivis dan organisasi perempuan untuk menghasilkan peta spasial yang dapat mengidentifikasi pengelolaan berbasis gender dengan garis batas pemisahan yang tegas, dimana laki-laki dan perempuan diasumsikan memiliki wilayah yang terpisah dalam hal penguasaan, pemanfaatan, dan pengelolaan ladang, hutan, dan komoditas hutan. Pada kenyataannya tidak semua desa dan atau wilayah adat memiliki konstruksi pengelolaan berbasis gender seperti yang diasumsikan di atas. Mengambil contoh kasus penataan ruang di balai adat Juhu, Kalimantan Selatan, artikel ini menunjukkan bahwa penataan ruang tidak selalu harus dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, makalah ini menawarkan konsep ekologi politik feminis untuk melihat konstruksi ruang gender dalam konteks pengelolaan sumber daya alam yang mungkin dapat digunakan dalam pemetaan partisipatif untuk memahami kompleksitas ruang gender di wilayah adat, terutama dalam hal penguasaan, pemanfaatan, dan pengelolaan ladang, hutan, dan komoditas hutan pada suatu wilayah tertentu.
 
Publisher Universitas Andalas
 
Contributor

 
Date 2021-06-07
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion

the participatory mapping
Observation; Interview; Library Research; FGD
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/465
10.25077/jantro.v23.n1.p1-8.2021
 
Source Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya; Vol 23, No 1 (2021): (June); 1-8
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya; Vol 23, No 1 (2021): (June); 1-8
2355-5963
1410-8356
 
Language eng
 
Relation http://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/465/161
 
Rights Copyright (c) 2021 Betty Tiominar
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library