INOVASI DISRUPTIF TRANSPORTASI DI JAKARTA

Sebatik

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title INOVASI DISRUPTIF TRANSPORTASI DI JAKARTA
 
Creator Rasyid, Erwin
Chaerudin, Iman
 
Description Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak Krisis Keuangan Asia Tenggara antara tahun 1997 dan 1998. Dampak negatif tidak pernah hilang sama sekali. Selama periode itu, banyak bisnis, besar dan menengah terpaksa gulung tikar karena ketidakmampuan mereka dalam menghadapi waktu percobaan. Jutaan, buruh dan karyawan, terkena PHK besar-besaran. Pada masa tersebut, Indonesia mengalami lonjakan kegiatan ekonomi informal yang dilakukan oleh mereka yang memiliki keterampilan teknis dan nonteknis. PT Go-Jek Indonesia (Go-Jek) merupakan anomali yang berkembang menjadi fenomena ekonomi inovatif. Meski ada keraguan, Go-Jek mampu memberikan peluang, meski secara informal kepada 200.000 pengendara ojek, 100.000 beroperasi di Jakarta, angka tersebut tidak termasuk mereka yang bertugas di divisi operasi dan manajerial. Internet telah secara signifikan menurunkan penghalang masuk bagi banyak inovator yang mengganggu, termasuk Go-Jek. Perusahaan, yang mematuhi tiga prinsip utama: kecepatan, inovasi, dan dampak sosial, berdiri dibandingkan dengan pengganggu populer lainnya yang muncul dan bercabang di negara-negara di mana kapitalisme liberal berkembang. Go-Jek terus menerus menuai kontroversi, seperti halnya inovator pengganggu lainnya di seluruh dunia, karenanya, dialog dan bimbingan dari pemerintah, untuk mencegahnya menerapkan praktik monopoli serta mencegahnya menerima serangan balik di masa depan dari para pesaing lama. Serangan balik yang terjadi baru-baru ini dari salah satu pesaing lama telah menempatkan pelanggan dan masyarakat Jakarta dalam persaingan yang ketat. Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok warga Jakarta dan mitra Go-Jek, kecuali di wilayah Kepulauan Seribu yang belum tersedia jaringan Go-Jek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap fenomena Go-Jek sangat positif. Hal ini terlihat dari respon konsumen yang menganggap Go-Jek merupakan alternatif transportasi yang sudah lama dicari, ketika angkutan umum semakin menjadi permasalahan yang pelik di Jakarta. Go-Jek telah membuka kesempatan kerja bagi mereka yang menginginkan keleluasaan dalam menentukan waktu kerja dan juga kebutuhan. Ketegasan pemerintah dalam membuat kerangka kerja agar pengguna (masyarakat) dan inovator tidak melanggar hukum dan mematuhi ketentuan yang ada.
 
Publisher STMIK Widya Cipta Dharma
 
Date 2021-06-01
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format inode/x-empty
application/pdf
 
Identifier https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/1346
10.46984/sebatik.v25i1.1346
 
Source Sebatik; Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021; 138-145
2621-069X
1410-3737
 
Language eng
 
Relation https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/1346/380
https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/1346/407
 
Rights Copyright (c) 2021 Sebatik
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library