KESANTUNAN BERBAHASA PARA PASANGAN CALON DALAM DEBAT CALON GUBERNUR-WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA KAJIAN SOSIOPRAGMATIK

Sebatik

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title KESANTUNAN BERBAHASA PARA PASANGAN CALON DALAM DEBAT CALON GUBERNUR-WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA KAJIAN SOSIOPRAGMATIK
 
Creator Aziz, Abdul
 
Description Penelitian ini menjelaskan tingkat kesantunan berbahasa para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari segi, jenis tindak tutur, gaya dan majas yang dituturkan, strategi bertutur, dan  penerapan prinsip kesantunan oleh para paslon tersebut dalam Debat Pilkada DKI Jakarta. Berdasarkan hasil analisis data, didapat empat simpulan. Pertama, ditemukan lima jenis tindak tutur oleh para paslon dalam debat Pilkada DKI Jakarta, yaitu  jenis tindak tutur ekspresif, dalam bentuk menyindir, mengkritik, mengeluh, mengecam; jenis tindak tutur representatif, dalam bentuk menyatakan, melaporkan, membual, menyebutkan, menjelaskan, memberitahukan; jenis tindak tutur direktif, dalam bentuk mempengaruhi, mengajak, menghimbau, memaksa, meyakinkan, meminta, menawarkan; jenis tindak tutur komisif, dalam bentuk  menjanjikan; dan jenis tindak tutur deklaratif, dalam bentuk  melarang. Jenis tindak tutur yang paling dominan digunakan adalah tindak tutur ekspresif dengan bentuk menyindir. Kedua, ditemukan tiga jenis majas sebagai pengungkap gaya berbahasa oleh para paslon, yaitu majas sarkasme, majas sinisme, dan majas ironi. Majas yang paling dominan digunakan adalah ironi. Ketiga, ditemukan empat strategi bertutur yang digunakan oleh para paslon, yaitu strategi bertutur, terus terang tanpa basa-basi, kesantunan negatif, kesantunan positif, dan strategi samar-samar. Strategi yang dominan digunakan oleh parapaslon adalah bertutur terus terng tanpa basa-basi (strategi bertutur langsung).Keempat, ditemukan pelanggaran secara dominan terhadap penggunaan enam prinsip kesantunan berbahasa dalam Debat Pilkada DKI Jakarta, yaitu pelanggaran terhadap prinsip kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan  prinsip kesimpatikan, sedangkan  pematuhannya sedikit sekali digunakan. Berdasarkan persentase temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan unsur kesantunan para paslon dalam Debat Pilkada DKI berada dalam tingkat keterancaman muka ‘agak tinggi’ dengan kategori ‘kurang santun”.
 
 
Publisher STMIK Widya Cipta Dharma
 
Date 2021-06-01
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format inode/x-empty
application/pdf
 
Identifier https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/969
10.46984/sebatik.v25i1.969
 
Source Sebatik; Vol 25 No 1 (2021): Juni 2021; 154-172
2621-069X
1410-3737
 
Language eng
 
Relation https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/969/405
https://jurnal.wicida.ac.id/index.php/sebatik/article/view/969/442
 
Rights Copyright (c) 2021 Sebatik
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library