Keanekaragaman Arthropoda Musuh Alami Hama Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Pada Perkebunan Polikultir Di Desa Hokeng Jaya Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur

Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Keanekaragaman Arthropoda Musuh Alami Hama Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Pada Perkebunan Polikultir Di Desa Hokeng Jaya Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur
 
Creator Wangge, Maria Mardiana Nona
Mago, Oktavius Yoseph Tuta
 
Subject


 
Description Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh produktivitas tanaman kakao (Theobromacacao  L.)  yang rendah, akibat hama dan penyakit yang menyerang tanaman kakao (Theobroma cacao  L.) Penelitian bertujuan untuk menghitung indeks kelimpahan, menganalisis indeks keanekaragaman, menentukan indeks kemerataan, dan mengetahui indeks dominansi arthropoda yang berpotensi sebagai musuh alami hama tanaman kakao (Theobroma cacao  L.) di Desa Hokeng Jaya Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur. Metode sampling dengan cara menelusuri wilayah gugus sampling menggunakan transek garis pada dua stasiun dan setiap stasiun ditarik 5 transek. Sampel dikumpulkan menggunakan teknik perangkap jebak dan teknik koleksi langsung. Data yang dianalisis berupa data kualitatif yaitu jenis arthropoda dan data kuantitatif yaitu indeks kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks dominansi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 14 spesies arthropoda Delapan (8) spesies yang ditemukan termasuk dalam kelompok arthropoda yang berpotensi sebagai musuh alami. Arthropoda yang berpotensi sebagai musuh alami hama tanaman kakao (Theobroma cacao L.) yaitu, semut rangrang (Oechopylla smaradigma), semut hitam (Dolichoderus thoracicus), semut merah (Solenopsis), laba-laba serigala (Aranea sp.), laba-laba penenun sutra (Nephila pilipes), capung (Anax junius), jangkrik (Gryllodea), kelabang (Scolopendra gigantae). Semut rangrang (Oechopylla smaradigma) memiliki populasi tertinggi yaitu dengan indeks kelimpahan 25,766%. Sedangkan laba-laba penenun sutra (Nephila pilipes) memiliki indeks kelimpahan terendah 0,365%.Indeks keanekaragaman pada stasiun I memiliki nilai indeks 2,103 dan stasiun II dengan nilai indeks 2,063 menunjukan indeks keanekaragaman sedang. Indeks kemerataan pada stasiun I memiliki nilai indeks 0,796 dan stasiun II dengan nilai indeks 0,781 menunjukan indeks kemerataan stabil. Indeks dominansi pada stasiun I memiliki nilai indeks 0,164 dan pada stasiun II dengan nilai indeks 0,172 menunjukan indeks dominansi rendah.


Kata Kunci  : Arthropoda; Hokeng Jaya; Kakao; Musuh Alami
 
Publisher Universitas Nusa Nipa
 
Contributor
 
Date 2021-05-17
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion

 
Format application/pdf
 
Identifier http://spizaetus.nusanipa.ac.id/index.php/spizaetus/article/view/32
 
Source Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi; Vol 2, No 1 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi; 47-59
SPIZAETUS: JURNAL BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI; Vol 2, No 1 (2021): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi; 47-59
2722-869X
2716-151X
 
Language eng
 
Relation http://spizaetus.nusanipa.ac.id/index.php/spizaetus/article/view/32/27
 
Rights Copyright (c) 2021 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library