Kajian Kelayakan Objek Lanskap Sejarah Eropa Berdasarkan Persepsi Masyarakat Kecamatan Ambarawa

Pattingalloang

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Kajian Kelayakan Objek Lanskap Sejarah Eropa Berdasarkan Persepsi Masyarakat Kecamatan Ambarawa
 
Creator Surya, Nova Tri
Sutrisno, Alfred Jansen
 
Subject Agroteknologi, Arsitektur Lanskap
 
Description Ambarawa termasuk salah satu daerah yang memiliki potensi aset sejarah peninggalan khas eropa serta dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata sejarah. Objek wisata sejarah eropa tersebut memiliki potensi mendatangkan wisatawan yang dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Wisatawan yang berkunjung pada objek wisata sejarah di Ambarawa mulai mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena berkurangnya peran masyarakat, pengelola, dan dinas terkait untuk merawat setiap peninggalan sejarah eropa yang berada di Ambarawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan potensi wisata sejarah eropa tersebut. Teknik analisis skoring digunakan untuk mengevaluasi objek lanskap sejarah eropa sebagai objek wisata sejarah. Hasil analisis diklasifikasikan dalam bentuk kelas potensi. Hasil analisis yang tergolong sangat layak didapatkan pada Museum Kereta Api Ambarawa, dan Benteng Willem 1 (Benteng Pendem). Hasil analisis yang tergolong kurang layak didapatkan pada Gereja Santo Yusuf (Gereja Jago), SDN Panjang 03 Ambarawa, Kantor Kecamatan Ambarawa, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ambarawa, dan Gedung Polsek Ambarawa serta Pegadaian Ambarawa. Hasil analisis yang tergolong kategori tidak layak yaitu Kawasan Pecinan Ambarawa. AbstractAmbarawa is one of the areas that has the potential for historical assets of typical European heritage and can be used as a historical tourist attraction. This European historical tourist attraction has the potential to bring in tourists who can improve the economy for the surrounding community. Tourists visiting historical attractions in Ambarawa are starting to experience a decline every year. This is due to the reduced role of the community, managers, and related agencies in caring for any European historical heritage in Ambarawa. This study aims to analyze the feasibility of the European historical tourism potential. The scoring analysis technique is used to evaluate European historical landscape objects as historical tourism objects. The results of the analysis are classified in the form of potential classes. The results of the analysis that are classified as very feasible are obtained at the Ambarawa Railway Museum, and Fort Willem 1 (Benteng Pendem). The results of the analysis that are classified as inadequate are obtained at the St. Yusuf Church (Gereja Jago), SDN Panjang 03 Ambarawa, Ambarawa District Office, Ambarawa Slaughterhouse (RPH), and Ambarawa Police Building and Ambarawa Pawnshop. The results of the analysis that are classified as inappropriate categories are Ambarawa Chinatown.
 
Publisher Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial
 
Contributor
 
Date 2021-04-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ojs.unm.ac.id/pattingalloang/article/view/19758
10.26858/jp.v8i1.19758
 
Source PATTINGALLOANG; Vol. 8, No. 1, April 2021; 55-61
2686-6463
2355-2840
 
Language eng
 
Relation https://ojs.unm.ac.id/pattingalloang/article/view/19758/pdf
 
Rights Copyright (c) 2021 PATTINGALLOANG
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library