SCREENSHOT FACEBOOK SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PENCIPTAAN INFORMASI ELEKTRONIK PALSU

Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title SCREENSHOT FACEBOOK SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PENCIPTAAN INFORMASI ELEKTRONIK PALSU
SCREENSHOT FACEBOOK SEBAGAI ALAT BUKTI TINDAK PIDANA PENCIPTAAN INFORMASI ELEKTRONIK PALSU
 
Creator Putri, Clarisa Permata Hariono
Christianto, Hwian
Samudra, Anton Hendrik
 
Description Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuktian tindak pidana penciptaan informasi elektronik palsu menggunakan screenshot facebook sebagai alat bukti berdasarkan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan perubahannya, serta peraturan terkait dengan melihat pada kasus yang ada dalam putusan No. 43/Pid.Sus/2018/PN Mjl. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah screenshot facebook tidak cukup untuk dapat digunakan sebagai alat bukti tindak pidana penciptaan informasi elektronik palsu karena masih diragukan keabsahannya secara materiil sebagai alat bukti dan penerapannya sebagai alat bukti masih kurang memenuhi dan membuktikan tiap unsur tindak pidana penciptaan informasi elektronik palsu, sehingga perlu digunakan alat bukti lain dalam mekanisme pembuktian tindak pidana penciptaan informasi elektronik palsu dan perlunya diadakan pengaturan penyitaan atas akun. 
This study aims to determine the validity of Facebook screenshots as proof of the false electronic information crime based on the perspective of the Information and Electronic Transactions Act and its amendments Act, also other related regulations by looking at the case in decision number 43 / Pid.Sus / 2018 / PN Mjl. The used research method is a normative juridical method that carries out with literature study. This research results that Facebook screenshots are not sufficient to be used as evidence in false electronic information crimes since the validity of the Facebook screenshots as evidence is doubtful substantively. Moreover, the application does not fulfill all elements of the false electronic information crime. In conclusion, it is necessary to use other evidence in proving the false electronic information crime. Also, a rule regarding the confiscation of social media accounts is needed.
 
Publisher Universitas Kristen Satya Wacana
 
Date 2021-04-29
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/3584
10.24246/jrh.2021.v5.i2.p161-178
 
Source Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; Vol 5 No 2 (2021): Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; 161-178
2541-5417
2541-4984
10.24246/jrh.2021.v5.i2
 
Language ind
 
Relation https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/3584/1754
 
Rights Copyright (c) 2021 Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library