PENYIMPANGAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Solusi Atas Masalah Penyimpangan Seksual dalam Ayat-Ayat Al Qur’an)

Kurikula, Jurnal Pendidikan

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PENYIMPANGAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Solusi Atas Masalah Penyimpangan Seksual dalam Ayat-Ayat Al Qur’an)
 
Creator mustaqim, mustaqim
 
Subject Perspektif al-qur’an. Al-Qur’an, penyimpangan seksual
 
Description Mengkaji masalah penyimpangan seksual ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Apalagi jika masalah penyimpangan seksual itu ditinjau dari sudut pandang al-Qur’ān. Kehati-hatian dan kejelian peneliti dalam mengidentifikasi ayat-ayat tentang penyimpangan seksual ini mutlak diperlukan. Dalam hal ini penulis berusaha semaksimal mungkin melakukan penelitian seecara seksama terhadap ayat-ayat tentang penyimpangan seksual yang terdapat dalam al-Qur’ān.                                    Dari hasil penelitian, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal, Penyimpangan seksual menurut perspektif al-Qur’ān adalah segala bentuk pemenuhan kebutuhan seks yang dilakukan dengan melanggar aturan-aturan yang telah digariskan oleh agama. Dampak dari perilaku seks menyimpang yaitu timbulnya berbagai penyakit kelamin, seperti; sifilis, gonorrhoeae (GO), dan yang paling mengerikan adalah AIDS. Al-Qur’ān memberikan solusi bagaimana menyikapi naluri biologis atau hasrat seksual secara benar. Adapun solusi yang diberikan oleh al-Qur’ān adalah sebagai berikut: Anjuran menikah bagi orang yang sudah mampu untuk berumah tangga dan takut berbuat zina, sebagaiman diterangkan dalam Q., s. an-Nūr/24:  32.  Perintah menutup aurat, sebagaimana dijelaskan dalam Q., s. al-Ahzāb/33: 59, dan perintah menundukkan pandangan ( غض البصر  ) agar  tidak terjerumus kepada zina, sebagaimana dijelaskan dalam Q., s. an-Nūr/24: 30-31.Dalam keadaan tertentu, poligami diizinkan tetapi dibatasi maksimal  empat, meskipun pernikahan yang ideal menurut al-Qurān adalah   monogami, sebagimana dijelaskan dalam Q., s. an-Nisā’/4: 3.Beberapa poin di atas merupakan langkah preventif agar manusia tidak terjerumus kepada perbuatan seks menyimpang. Adapun bagi mereka yang sudah terlanjur melakukan penyimpangan seksual, al-Qurān memeberikan jalan keluar terakhir berupa taubat, seperti yang dijelaskan dalam Q., s. at-Tahrīm/66: 8 يا ايها الذين امنوا توبوا إلى الله توبة نصوحا …
 
Publisher Institut Agama Islam Ngawi
 
Contributor Institut Agama Islam Ngawi
 
Date 2020-09-05
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/kurikula/article/view/469
 
Source Jurnal Kurikula; Vol 5, No 1 (2020): September 2020; 83-105
2746-4903
2548-6063
 
Language eng
 
Relation https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/kurikula/article/view/469/pdf
 
Rights Copyright (c) 2021 mustaqim mustaqim
http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library