Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Bondowoso dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis

Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Bondowoso dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis
 
Creator Raharjo, Nain Dhaniarti
 
Subject Civil Engineering
flood; mapping; overlay; scoring
 
Description Studi kelayakan dalam sebuah perencanaan pembangunan wilayah merupakan salah satu tahapan yang perlu dilaksanakan. Salah satu parameter dalam penentuan kelayakan pembangunan wilayah adalah keamanan daerah dari ancaman bencana. Dewasa ini, kerentanan suatu wilayah terhadap banjir menjadi sorotan utama. Kurang selektifnya pemilihan kawasan pembangunan, hingga kesalahan desain pembangunan di lapangan seringkali terjadi, hal ini diakibatkan kurangnya informasi dan kajian mengenai daerah tujuan pembangunan tersebut. Mapping area terhadap potensi bencana, salah satunya terhadap kerentanan banjir, merupakan hal yang harus ada dan perlu dilakukan dalam setiap tahap awal perencanaan pembangunan maupun pengembangan wilayah, sebagai salah satu poin dalam proses kajian studi kelayakan. Dukungan teknologi informasi dalam upaya menyediakan data real time guna keperluaan pemetaan wilayah terus berkembang pesat. Pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat diperlukan  sebagai alat untuk membantu mengolah, menggabungkan, overlay, dan menyimpan berbagai data spasial maupun data non spasial. Kabupaten Bondowoso merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur yang akhir-akhir ini mulai giat mengembangkan wilayahnya, terutama untuk daerah pemukiman, namun terkendala dengan minimnya informasi mengenai tingkat kesesuaian lahan. Keberadaan pemetaan dan analisa wilayah rawan banjir tentu akan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pemilihan wilayah yang tepat untuk keberlanjutan pembangunan. Salah satu instrumen penentuan tingkat kesesuaian lahan yaitu dengan menggunakan metode pengharkatan (scoring) dan proses overlay terhadap beberapa data peta tematik sebagai parameter penentu. Melalui analisis SIG tersebut diperoleh beberapa zonasi tingkat kerawanan banjir, yaitu daerah Rawan dan Aman. Luasan area yang terdefinisi sebagai daerah aman seluas 1.154 km2 (74,10 %) dan untuk daerah rawan (merah) seluas 403 km2 (25,889 %).ABSTRACTA feasibility study in a regional development plan is one of the stages that need to be carried out. One of the parameters in determining the feasibility of regional development is regional security from the threat of disaster. Today, the vulnerability of a region to flooding is the main focus. Lack of selectivity in the selection of development areas, so that development design errors in the field often occur, this is due to a lack of information and studies regarding the development target areas. Mapping areas for potential disasters, one of which is flood vulnerability, is a must and needs to be done in a very early stage of development planning and regional development, as one of the points in the feasibility study review process. Information technology support to provide real-time data for regional mapping needs continues to grow rapidly. Geographical Information System (GIS) technology is needed as a tool to help the process, combine, overlay, and store various spatial and non-spatial data. Bondowoso Regency is a district in East Java that has recently begun to actively develop its territory, especially for residential areas, but is constrained by the lack of information on land suitability levels. The existence of mapping and analysis of flood-prone areas will certainly be able to contribute to efforts to select the right areas for sustainable development. One of the instruments for determining the level of land suitability is by using the scoring method and the overlay process of several thematic map data as the determining parameters. Through the GIS analysis, several zoning levels of flood hazard were obtained, namely the Prone and Safe areas. The area defined as a safe area it is 1,154 km2 (74,10 %) and for the vulnerable area (red) is 403 km2 (25,889 %). 
 
Publisher Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
 
Contributor
 
Date 2021-03-27
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion

 
Format application/pdf
 
Identifier https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/rekabuana/article/view/2261
10.33366/rekabuana.v6i1.2261
 
Source Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia; Vol 6, No 1 (2021): EDISI MARET 2021; 48-60
2503-2682
2503-3654
10.33366/rekabuana.v6i1
 
Language eng
 
Relation https://jurnal.unitri.ac.id/index.php/rekabuana/article/view/2261/pdf
 
Rights Copyright (c) 2021 Nain Dhaniarti Raharjo
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library