Respons Awal Obat Antiepilepsi Monoterapi pada Pasien Epilepsi Baru

Sari Pediatri

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Respons Awal Obat Antiepilepsi Monoterapi pada Pasien Epilepsi Baru
 
Creator Sinaga, Nurcahaya
Widodo, Dwi Putro
Handryastuti, Setyo
 
Subject Epilepsi; faktor risiko; respons awal OAE monoterapi
 
Description Latar belakang. Epilepsi merupakan satu dari penyakit neurologi yang sering menyebabkan disabilitas dan kematian. Prediktor terbaik dalam menentukan remisi epilepsi adalah respons awal terhadap OAE. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi respons awal terapi diantaranya etiologi epilepsi, jumlah kejang sebelum pengobatan, bentuk bangkitan kejang, status neurologi, usia awitan dan gambaran elektroensefalografi.Tujuan. Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi respons awal OAE pada pasien epilepsi baru pertama kali.Metode. Penelitian merupakan penelitian kohort prospektif dengan melihat respons awal OAE pada anak penderita epilepsi baru selama 3 bulan yang berobat ke poliklinik rawat jalan RSUP dr Cipto Mangunkusumo sejak Januari 2017 sampai Agustus 2017. Faktor-faktor risiko dianalisis secara bivariat dan multivariat.Hasil. Insiden epilepsi baru adalah 21,9%. Karakteristik pasien epilepsi baru yang mendapat OAE monoterapi sebagian besar berumur ≥1 tahun. Etiologi struktural, awitan kejang ≥1 tahun, jumlah kejang sebelum pengobatan ≥10 ditemukan lebih banyak. Pasien epilepsi tanpa kelainan neurologi ditemukan lebih sedikit dibanding dengan kelainan neurologi. Sebagian besar pasien adalah dengan bangkitan kejang umum dan dengan gambaran kelainan EEG. Respons awal yang baik pada pasien epilepsi baru terhadap OAE monoterapi adalah 77,2% dalam 3 bulan pengobatan. Faktor yang berhubungan dengan respon awal baik adalah etiologi epilepsi, jumlah kejang, kelainan neurologi, bangkitan kejang, dan gambaran EEG. Sementara faktor risiko respons awal dalam 3 bulan pemberian OAE monoterapi adalah jumlah kejang dan gambaran EEG.Kesimpulan. Faktor yang berperan terhadap respons awal terapi OAE monoterapi adalah jumlah kejang dan gambaran EEG. 
 
Publisher Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)
 
Contributor
 
Date 2021-02-26
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion

 
Format application/pdf
 
Identifier https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/1525
10.14238/sp22.5.2021.270-6
 
Source SARI PEDIATRI; Vol 22, No 5 (2021); 270-6
Sari Pediatri; Vol 22, No 5 (2021); 270-6
2338-5030
0854-7823
10.14238/sp22.5.2021
 
Language ind
 
Relation https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/1525/pdf
https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/downloadSuppFile/1525/238
 
Rights ##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library