REFLEKSI MASYARAKAT DAYAK TUNJUNG DALAM DONGENG AJI DAN KILIP BERSAUDARA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA AUGUSTE COMTE)

Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya)

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title REFLEKSI MASYARAKAT DAYAK TUNJUNG DALAM DONGENG AJI DAN KILIP BERSAUDARA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA AUGUSTE COMTE)
 
Creator Juan, Ambrosius
Mursalim, Mursalim
Dahlan, Dahri
 
Subject
Kata kunci: auguste comte, dongeng aji dan kilip bersaudara, refleksi suku dayak tunjung
 
Description Abstrak DongengAji  dan Kilip  Bersaudara  adalah  cerita  rakyat  yang lahir  dan berkembang di masyarakat Dayak Tunjung Kalimantan Timur. Diceritakan bahwa kaum lelaki Dayak Tunjung yang berburu di dalam hutan dan di usik mahkluk gaib  yang  bernama  Wok  Lemo  Bawo.  Makhluk  gaib  tersebut  tewas  lalu tumbuhlah padi dan palawija. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dongeng Aji dan Kilip Bersaudara dengan menggunakan teori struktur faktual dan mendeskripsikan hokum tiga tahap menurut Auguste Comte dalam dongeng Aji dan Kilip Bersaudara. Penelitian ini menerapkan analisis pendekatan deskriptif kualitatif. Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang menggambarkan perkembangan masyarakat dengan analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan hasil penelitian. Analisis awalmenggunakan teori struktur factual untuk mendapatkan struktur cerita. Teori selanjutnya adalah hokum tiga tahap menurut Comte. Teori tersebut digunakan untuk mendeskripsikan perkembangan masyarakat yang dialami tokoh dalam dongeng Aji dan Kilip Bersaudara. Hasil penelitian menunjukan struktur factual dalam dongeng Aji dan Kilip Bersaudara terdapat alur,  karakter,  dan latar.  Dongeng ini menggunakan  alur maju, karakater yang terdapat dalam dongeng ini ialah karakter pemberani, penakut, dan rakus. Gambaran latar dalam dongeng yaitu di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Permasalahan yang terjadi di dalam dongeng menunjukkan refleksi masyarakat Dayak Tunjung pada tahap teologis masyarakat yakin dengan hal supernatural serta kemunculan benih tanaman dari muntahan makhluk  gaib.  Tahap  metafisik  mulai  mendapat  kesadaran  akan  sebab  akibat tetapi masih tanpa verifikasi, tokoh Kilip penasaran mengapa tidak satu pun jerat- jerat tersebut membuahkan hasil. Tahap positif masyarakat berhasil membuat jalur perangkap diprediksi akan dilewati hewan darat,   kejadian tersebut menandai pemikiran masyarakat di tahap positif. Kata  kunci:  auguste  comte, dongeng aji  dan kilip bersaudara, refleksi suku dayak tunjung
 
Publisher Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman
 
Contributor
 
Date 2021-02-18
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/4495
10.5281/ilmubudaya.v5i1.4495
 
Source Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya; Vol 5, No 1 (2021): Januari 2021; 83—99
2549-7715
10.5281/ilmubudaya.v5i1
 
Language eng
 
Relation http://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/view/4495/pdf
 
Rights Copyright (c) 2021 Ambrosius Juan, Mursalim, Dahri Dahlan
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library