PENGGUNAAN PENDEKATAN MAQA>SID SHARI>’AH SEBAGAI INSTRUMEN KONTEKSTUALISASI MAKNA HADIS

Nabawi: Journal of Hadith Studies

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PENGGUNAAN PENDEKATAN MAQA>SID SHARI>’AH SEBAGAI INSTRUMEN KONTEKSTUALISASI MAKNA HADIS
 
Creator Kholishuddin, Kholishuddin
 
Description Aspek tsubut dan dilalah mayoritas hadis adalah zanniyat sehingga para ulama mempunyai kesempatan menginterpretasikan maksud hadits tersebut. Terutama hadis yang bukan ibadah mahdah. Namun, pemahaman hadis secara literal tanpa melibatkan sabab wurud, setting sosial akan menampilkan wajah Islam yang tidak responsif dan rigid terhadap arus perubahan yang terus berlangsung. Untuk mengatasinya, perlu adanya pendekatan khusus. Artikel ini berfokus pada bagaimana penggunaan Maqas}id al-Shari’ah sebagai Instrument pendekatan dalam upaya kontekstualisasi makna literal hadis. Penelitian ini mencari pemahaman yang relevan di zaman sekarang dengan membandingkan pemahaman Yusuf Qard}awi dalam kaifa nata’ammal ma’a al-sunnah al-nabawiyah dan penjelasan al-munawi dalam faid} al-qadir sharh} jami’ al-s}aghir  mengenai empat hadis pilihan. Artikel ini menggunakan manhaj maqas}idi sebagai alat analisa. Hasilnya, pendekatam maqasid shari’ah yang menekankan pada dalil-dalil umum dan berorentasi pada maslahah, nilai-nilai,  ‘illal , hikmah dan asas rasional, dapat menghadirkan keluwesan dan kelenturan teks hadis melalui makna kontekstualnya. Sedangkan pendekatan ulama salaf juga dapat menjadi luwes dengan jam’u adillah atau intertekstualnya.Kata kunci: Maqasid Shari’ah, Konstekstual, TekstualAbstractAspects of tsubut and dilalah from the majority of hadith is zanniyat, so that the scholars have the opportunity to interpret the meaning of the hadith. Especially hadith that is not pure form of worship Allah. However, understanding the hadith literally without involving the cause of existence, social settings will present the riggid an unresponsive face of Islam. To overcome this, a special approach is needed. This article focuses on how the use of Maqas}id al-Shari’ah as an Instrument approach in an effort to contextualize the literal meaning of hadith. This study seeks relevant understanding in modern times by comparing the understanding of Yusuf Qard}awi in kaifa nata'ammal ma'a al-sunnah al-nabawiyah and the explanation of al-Munawi in faid} al-qadir sharh} jami 'al-s}aghir on four optional hadiths. This article uses manhaj maqas}idi as an analysis tool. As a result, the approach of maqasid shari'ah which emphasizes on general propositions and is oriented on maslahah, values, ‘illal, wisdom and rational basis, can present the flexibility and responsiveness of the hadith through it’s contextual meaning. While the approach of Salaf scholars can also be flexible with jam'u adillah or it’s intertextual concept.Keywords: Maqasid Shari’ah, Contextual, Textual
 
Publisher Turats Tebuireng
 
Contributor
 
Date 2020-09-09
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journal.tebuireng.ac.id/index.php/nabawi/article/view/4
 
Source Nabawi: Journal of Hadith Studies; Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Nabawi
2746-3206
 
Language ind
 
Relation http://journal.tebuireng.ac.id/index.php/nabawi/article/view/4/7
 
Rights Copyright (c) 2020 Nabawi: Journal of Hadith Studies
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library