Konsep Yuridis Hak Atas Kekayaan Intelektual Sebagai Harta Benda Wakaf

Al-Mizan

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Konsep Yuridis Hak Atas Kekayaan Intelektual Sebagai Harta Benda Wakaf
Juridical Concept of Intellectual Property Rights as Endowments
 
Creator Magun Pikahulan, Rustam
 
Subject Waqf
Intellectual Property Rights
Wakaf
Hak Atas Kekayaan Intelektual
 
Description The focus of the study in this article is regarding the position of Intellectual Property Rights as the object of waqf from a juridical perspective. This article is included in the type of normative legal research because in this article the author makes law the subject of study, and the approach used in this article is of course the legal approach. Based on the results of the study and analysis, the authors conclude that, juridically, the Endowment of Intellectual Property Rights (IPR) has obtained legal legitimacy in Indonesia. In addition to being regulated in Law Number 41 of 2004 concerning Waqf, IPR waqf has also been confirmed in several laws in the field of IPR, both before the Waqf Law was issued and after the Waqf Law was issued. Intellectual Property Rights can be transferred as long as the transition does not conflict with the prevailing laws and regulations in society, including by way of waqf. This is because IPR is a movable intangible object, IPR material appears as a form of appreciation for intellectual activities that are born from human thought to create something new or original, both in the fields of science, technology, literature and the industrial sector.
Fokus kajian dalam artikel ini adalah menyangkut kedudukan Hak Atas Kekayaan Intelektual sebagai objek wakaf yang dilihat dari perspektif yuridis.  Artikel ini termasuk dalam jenis Penelitian hukum normatif, karena dalam artikel ini penulis menjadikan undang-undang sebagai  pokok kajian, dan pendekatan yang digunakan dalam artikel ini tentu pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil hasil kajian dan analisa maka penulis berkesimpulan bahwa, wakaf hak atas keakayaan intelektual (HAKI) secara yuridis telah mendapatkan legitimasi hukum di Indonesia. Selain diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, wakaf HAKI juga telah ditegaskan dalam beberapa undang-undang di bidang HAKI, baik sebelum Undang-undang wakaf dikeluarakan maupun sesudah undang-undang wakaf dikeluarkan. Hak Atas Kekakayaan Intelektual bisa beralih sepanjang peralihan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam masyarakat, termasuk salah satunya dengan cara wakaf. Hal dikarenakan HAKI termasuk benda bergerak yang tidak berwujud, kebendaan HAKI muncul sebagai bentuk penghargaan atas kegiatan intelektual yang lahir dari pemikiran manusia untuk mewujudkan suatu yang baru atau orisinil, baik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sastra maupun bidang industri.
 
Publisher LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo
 
Date 2020-12-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/am/article/view/1809
10.30603/am.v16i2.1809
 
Source Al-Mizan; Vol. 16 No. 2 (2020): Al-Mizan; 249-272
2442-8256
1907-0985
 
Language eng
 
Relation http://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/am/article/view/1809/1079
 
Rights Copyright (c) 2020 Al-Mizan
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library