PEMULIAAN TANAMAN KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUILATA) LOKAL MALAKA DENGAN METODE IRRADIASI MULTIGAMMA

Jurnal Fisika Sains dan Aplikasinya

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PEMULIAAN TANAMAN KACANG TUNGGAK (VIGNA UNGUILATA) LOKAL MALAKA DENGAN METODE IRRADIASI MULTIGAMMA
 
Creator Bete, Adelina
Tanesib, Jehunias Leonidas
Pasangka, Bartholomeus
 
Description Abstrak Kacang tunggak (vigna unguilata) merupakan tanaman palawija berpolong yang telah lama dikenal oleh masyarakat NTT sebagai bahan makanan bergizi yang biasanya dimasak bersama nasi. Tingkat produktivitas kacang tunggak sangat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain penggunaan varietas unggul, kesuburan tanah serta teknik budidayanya. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas kacang tunggak pada lahan kering dilakukan penelitian untuk mengetahui dan untuk mendapat varietas unggul, dengan menggunakan teknik radiasi multigamma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan radiasi multigaamma dengan dosis 1000 rads, 2000 Rads, 3000 Rads, 4000 Rads. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan dosis radiasi terbaik terdapat pada dosis 2000 Rads. Katakteristik fisis unggul yang diperoleh meliputi tumbuh lebih cepat, tinggi tanaman 205,5 cm, umur panen lebih singkat yaitu 80 hari setelah tanam, jumlah produksi lebih tinggi yaitu 43, 67 gram/ 100 biji dan kandungan protein 19, 679%. Kata kunci: Pemuliaan; kacang tungga; irradias; multigamma.
Abstract The cowpea (vigna unguilata) is a sprouted palawija plant that has long been known by the people of NTT as a nutritious food ingredient that is usually cooked with rice. The productivity level of cowpea is strongly influenced by many factors including the use of improved varieties, soil fertility and cultivation techniques. Therefore, to increase the productivity of cowpea on dry land, a research was conducted to find out and to get superior varieties, using multigamma radiation techniques. The method used in this research is to use multigaamma radiation at a dose of 1000 rads, 2000 Rads, 3000 Rads, 4000 Rads. The results showed that the use of the best radiation dose was found at a dose of 2000 Rads. The superior physical catabolism obtained includes growing faster, plant height 205.5 cm, shorter harvest life, 80 days after planting, the number of production is higher, 43.67 gram / 100 seeds and protein content 19, 679%. Keywords: Breeding; cowpea; irradiation; multigamma.
 
Publisher Universitas Nusa Cendana
 
Date 2020-10-22
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/FISA/article/view/3539
 
Source Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya; Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya; 149-155
2657-1900
2503-5274
10.35508/fisa.v5i2
 
Language eng
 
Relation https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/FISA/article/view/3539/2348
 
Rights Copyright (c) 2020 Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library