PROSES PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF MARTIN BUBER

Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PROSES PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF MARTIN BUBER
PROSES PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF MARTIN BUBER
 
Creator Harisantoso, Imanuel Teguh
 
Subject divorce proceedings
marital spouse
social construction
stigmatization
Martin Buber
proses perceraian
suami-istri
konstruksi sosial
stigmatisasi
Martin Buber
 
Description Divorce in Indonesia is increasing from time to time. This is an indisputable social fact. This research will analyze how the divorce process occurs and how a husband or wife sees their partner from Martin Buber's perspective through a philosophical approach. Divorce is a process leading to separation. Starting from a crisis and prolonged domestic conflict, in the end, it brings a new "perspective" towards their partner. In Buber's perspective, the husband and wife relationship could be said to be in the I-Thou pattern before the conflict. Husbands or wives see their partner as a self-image of their existence as a person, but the family crisis leads them to the I-It pattern, which sees partners as things. The crisis impacts changing the pattern of relations from integrative relationships to segregative and separate ones. The separation between husband and wife begins with self-construction by the "strong" party to their partner, who is in an inferior position. This negative self-construction creeps into a social construction, which impacts the stigmatization of the inferior as the party to blame. This stigma against a partner as "It" facilitates the separation process that leads to divorce.
Perceraian di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Ini merupakan fakta sosial yang tidak terbantahkan. Melalui pendekatan filosofis penelitian ini akan menganalisa bagaimana proses perceraian terjadi dan bagaimana suami atau istri melihat pasangannya dalam perspektif Martin Buber. Perceraian adalah sebuah proses menuju perpisahan. Bermula dari sebuah krisis dan konflik rumah tangga yang berkepanjangan, pada akhirnya menghadirkan “sudut pandang” baru terhadap pasangannya. Sebelum konflik, dalam perspektif Buber, relasi suami istri dapat disebut berada pada pola I-Thou. Suami atau istri melihat pasangannya sebagai gambar diri atas keberadaannya sebagai seorang pribadi, tetapi krisis keluarga membawanya pada pola I-It yang memandang pasangan sebagai things. Krisis berdampak pada perubahan pola relasi dari relasi yang bersifat integratif menuju pola relasi segregatif dan sparatif. Proses perpisahan suami istri tersebut dimulai dengan adanya konstruksi diri oleh pihak yang “kuat” kepada pasangannya yang berada pada posisi inferior. Konstruksi diri negatif ini menjalar menjadi konstruksi sosial yang berdampak pada stigmatisasi pihak inferior sebagai pihak yang patut dipersalahkan. Stigma terhadap pasangan sebagai It inilah yang memperlancar proses separasi yang berujung pada perceraian.
 
Publisher SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI
 
Date 2020-12-16
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
Artikel Yang Direview Mitra Bestari
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnal.sttstarslub.ac.id/index.php/js/article/view/168
10.35909/visiodei.v2i2.168
 
Source VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN; Vol 2 No 2 (2020); 329-350
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN; Vol 2 No 2 (2020); 329-350
2685-3795
2685-4015
10.35909/visiodei.v2i2
 
Language ind
 
Relation http://jurnal.sttstarslub.ac.id/index.php/js/article/view/168/37
 
Rights Copyright (c) 2020 Imanuel Teguh Harisantoso
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library