Perilaku Memilih Umpan Dengan Fagostimulan Yang Berbeda Pada Kecoak Jerman Blattella germanica L. (Dictyoptera: Blattellidae)

BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Perilaku Memilih Umpan Dengan Fagostimulan Yang Berbeda Pada Kecoak Jerman Blattella germanica L. (Dictyoptera: Blattellidae)
Perilaku Memilih Umpan Dengan Fagostimulan Yang Berbeda Pada Kecoak Jerman Blattella germanica L. (Dictyoptera: Blattellidae)
 
Creator Aliefia, Rizky Arjunnajat
Ambarningrum, Trisnowati Budi
Basuki, Edi
 
Description German cockroach (Blattella germanica L.) is one of the important residential pest insects, because of its role as a vector of disease. To reduce its population, it can be used with bait techniques. However, there was a rejection of glucose against German cockroaches against phagostimulant-based commercial bait. Therefore it is necessary to review the phagostimulant as a component of the bait to minimize failure to control German cockroaches based on bait using German cockroaches strain VCRU (Vector Control Research Unit). The first step to formulating the bait is to find the phagostimulant most sought by German cockroaches. The ingredients used as fagostimlan are sugar, durian, erythritol, and banana.
The purpose of this study was to determine the behavior of choosing German cockroaches against bait with different phagostimulants and the peak of feeding activity in German cockroaches. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments giving phagostimulant and repeated 4 times divided into four test arenas. The treatment consisted of bait which each contained sugar, durian, erythritol, and banana as phagostimulants. Observation of behavior using the method of behavior sampling is recorded in continuous recording for 24 hours using a Closed Circuit Television (CCTV) camera. The parameters measured were latency, frequency, duration, and peak feeding activity of German cockroaches. The data were analyzed with ANOVA at p <0.05.
The results showed that the behavior of selecting cockroaches from the VCRU strain on the bait was not significantly different (p<0.05) and was attracted to all feeds provided, but gel bait with sugar phagostimulant was the preferred bait by looking at the three parameters of latency, frequency, and duration. The results of the average latency in the VCRU strain to the durian gel for 17 minutes, the average frequency of most visits to the sugar gel in the VCRU strain by 10 times, the longest average duration of the VCRU strain gel for 1 minute 46 seconds and peak eating activity VCRU strains occur between 17:00 - 20:00.
Kecoak Jerman (Blattella germanica L.) merupakan salah satu serangga hama permukiman yang penting, karena peranannya sebagai vektor penyakit. Untuk mengurangi populasinya, dapat digunakan dengan teknik pengumpanan. Namun belakangan ini muncul perilaku glucose aversion pada kecoak Jerman terhadap umpan komersial berbasis glukosa sebagai fagostimulan. Oleh karena itu perlu dilakukan kaji ulang terhadap fagostimulan sebagai komponen umpan untuk meminimalisir kegagalan pengendalian kecoak Jerman berbasis umpan dengan menggunakan kecoak Jerman jantan strain VCRU (Vector Control Research Unit). Langkah awal untuk membuat formulasi umpan tersebut adalah mencari fagostimulan yang paling disukai oleh kecoak Jerman. Bahan yang digunakan sebagai fagostimulan adalah gula, durian, erythritol, dan pisang.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku memilih kecoak Jerman terhadap umpan dengan fagostimulan yang berbeda dan puncak aktivitas makan pada kecoak Jerman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan pemberian fagostimulan dan diulang sebanyak 4 kali yang terbagi menjadi empat arena uji. Perlakuan terdiri dari umpan yang masing-masing mengandung gula, durian, erythritol, dan pisang sebagai fagostimulan. Pengamatan perilaku menggunakan metode behavior sampling yang dicatat secara continuous recording selama 24 jam menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV). Parameter yang diukur berupa latensi, frekuensi, durasi, dan puncak aktivitas makan dari kecoak Jerman. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada p<0.05.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku memilih kecoak jantan strain VCRU terhadap umpan tidak berbeda nyata (p>0.05) dan tertarik dengan semua umpan yang diberikan, tetapi umpan gel dengan fagostimulan gula merupakan umpan yang lebih disukai dengan melihat ketiga parameter latensi, frekuensi, dan durasi. Hasil rata-rata latensi pada strain VCRU menuju gel durian selama 17 menit, rata-rata frekuensi kunjungan terbanyak ke gel gula pada strain VCRU sebanyak 10 kali, rata-rata durasi terlama pada gel gula strain VCRU selama 1 menit 46 detik dan puncak aktivitas makan strain VCRU terjadi antara pukul 17.00 – 20.00.
 
Publisher Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman
 
Date 2020-12-23
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jos.unsoed.ac.id/index.php/bioe/article/view/2007
10.20884/1.bioe.2020.2.3.2007
 
Source BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed; Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta; 321-329
2714-8564
 
Language eng
 
Relation http://jos.unsoed.ac.id/index.php/bioe/article/view/2007/1958
 
Rights Copyright (c) 2020 BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library