The 212 Movement in the Ethical Frame of Emmanuel Levinas

Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title The 212 Movement in the Ethical Frame of Emmanuel Levinas
The Gerakan 212 dalam Bingkai Etika Emmanuel Levinas
 
Creator Hamudy, Nurul Annisa
 
Subject Intoleransi
Relasi Etis
Politik Identitas
Gerakan 212
Intolerance
Ethical Relations
Identity Politics
212 Movements
 
Description Identity politics promoted by the 212 Movement has led to increased intolerance in society. This study captured this problem through the perspective of Emmanuel Levinas’ Ethics.  According to Levinas, the act of intolerance occurs because we see the Other, not with ideas, ideologies, teachings, doctrines, interests, and religion that should be upheld above all things. Our attachment to the ideas we has about others often makes us fail to treat them as humans because we are prevented from encountering them directly. For this reason, this study aims to find out the negative consequences caused by the 212 Movement through the philosophical perspective of Emmanuel Levinas' ethics. With descriptive methods, literature study, and a qualitative approach, the results of the study showed that identity politics carried out by the 212 Movement could not be justified in ethical relations. The 212 Movement saw other human beings as objects that can be used to achieve their personal or group goals. The movement has controlled and exploited their fellow believers, and not reluctant to carry out hateful propaganda to people outside their group. Levinas ethical relations open a new type of relations that are different from idea-based relations. Encountering others makes us realize that they are not merely skin, flesh, and blood that can be destroyed just like that.
Politik identitas yang diusung oleh Gerakan 212 telah menyebabkan meningkatnya aksi intoleransi dalam masyarakat. Padahal, menurut etika Emmanuel Levinas, relasi etis yang terkait dengan pertemuan konkret dengan orang lain, bukan dengan pemikiran yang bersifat gagasan, ideologi, ajaran, doktrin, kepentingan, dan agama yang dijunjung tinggi di atas segala-galanya. Kelekatan kita pada gagasan yang kita miliki mengenai orang lain seringkali membuat kita gagal memperlakukan mereka sebagai manusia karena kita terhalang untuk bertemu secara langsung dengannya. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengetahui akibat negatif yang ditimbulkan Gerakan 212 melalui perspektif filosofis etika Emmanuel Levinas. Dengan metode deskriptif dan kepustakaan, serta pendekatan kualitatif, hasil penelitian menunjukkan, politik identitas yang dilakukan Gerakan 212 tidak dapat dibenarkan dalam relasi etis. Gerakan 212 memandang manusia lain sebagai benda yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompoknya saja. Gerakan itu telah mengusai dan memanfaatkan sesamanya, bahkan tidak segan-segan melemparkan propaganda kebencian untuk orang yang di luar kelompoknya. Oleh karenanya, relasi etis yang dibangun Levinas membuka relasi baru yang berbeda dengan relasi yang berdasarkan gagasan. Pertemuan dengan orang lain membuat kita menyadari bahwa orang lain bukanlah sekadar kulit, daging, dan darah yang dapat dihancurkan begitu saja.
 
Publisher Research and Development Agency Ministry of Home Affairs
 
Date 2019-11-08
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jbp/article/view/613
10.21787/jbp.11.2019.197-207
 
Source Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance; Vol 11 No 2 (2019); 197-207
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance; Vol. 11 No. 2 (2019); 197-207
2503-3360
2085-4323
 
Language eng
 
Relation http://jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jbp/article/view/613/377
 
Rights Copyright (c) 2019 Nurul Annisa Hamudy
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library