Eksistensi Kearifan Lokal Madura di Era Modern dalam Celurit Hujan Panas Karya Zainul Muttaqin

ATAVISME

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Eksistensi Kearifan Lokal Madura di Era Modern dalam Celurit Hujan Panas Karya Zainul Muttaqin
EKSISTENSI KEARIFAN LOKAL MADURA DI ERA MODERN DALAM KUMCER CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN
 
Creator Farida, Nur
Andalas, Eggy Fajar
 
Subject short stories; existence; local wisdom; Madura; modernization
cerita pendek; eksistensi; kearifan lokal; madura; modernisasi
 
Description Local wisdom is a source of knowledge and worldview of the people. However, modernity and its various developments, which are often perceived as a new value system that is superior to local values, pose a threat to its existence. This research aims to describe the local wisdom of Madurese and its existence in the modern era. This study used descriptive-qualitative method. The data source of this study was Zainul Muttaqin’s short story anthology Celurit Hujan Panas (2019). The data were collected by reading-taking note technique. The data analysis techniques included presenting data, reducing data, and drawing conclusions. The results of the study showed that Madurese local wisdom was more dominated by a number of sacred values with an emphasis on aspects of Madurese spirituality. Various local wisdoms must wrestled with themselves and external influences to stay afloat. In this modern era, Madura's local wisdom is on the verge of shifting, i.e. maintaining a number of noble values that have been passed on for generations or participating in the stream of modernization that prioritizes development and rationality
Kearifan lokal menjadi sumber pengetahuan dan pandangan dunia masyarakat pemiliknya. Akan tetapi, modernitas dan berbagai perkembangannya yang sering dipersepsi sebagai sebuah tata nilai baru yang lebih unggul dibanding nilai lokal memberikan ancaman terhadap eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal Madura dan eksistensinya di era modern. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas karya Zainul Muttaqin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak-catat. Teknik analisis data dilakukan dengan penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Madura lebih didominasi oleh sejumlah tata nilai yang bersifat sakral dengan mengedepankan pada aspek-aspek spiritualitas orang Madura. Berbagai kearifan lokal tersebut harus bergulat dengan dirinya sendiri dan pengaruh dari luar untuk tetap dapat bertahan. Di era modern ini, kearifan lokal Madura berada dalam ambang pergeseran, yaitu pemertahanan terhadap sejumlah tata nilai luhur yang telah diwariskan selama bergenerasi atau ikut dalam arus modernisasi yang mengedepankan pembangunan dan rasionalitas.    
 
Publisher Balai Bahasa Jawa Timur
 
Contributor

 
Date 2019-12-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion

 
Format application/pdf
 
Identifier https://atavisme.kemdikbud.go.id/index.php/atavisme/article/view/581
10.24257/atavisme.v22i2.581.217-232
 
Source ATAVISME; Vol 22, No 2 (2019): ATAVISME; 217-232
2503-5215
1410-900X
 
Language eng
 
Relation https://atavisme.kemdikbud.go.id/index.php/atavisme/article/view/581/377
https://atavisme.kemdikbud.go.id/index.php/atavisme/article/downloadSuppFile/581/246
https://atavisme.kemdikbud.go.id/index.php/atavisme/article/downloadSuppFile/581/247
 
Rights Copyright (c) 2019 ATAVISME
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library