PENGARUH PANDEMI COVID 19 TERHADAP TINGKAT PERUBAHAN HARGA SAYURAN LOKAL DAN IMPOR PADA DAERAH TERPAPAR DAN DAERAH TIDAK TERPAPAR

Jurnal Agrokompleks

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PENGARUH PANDEMI COVID 19 TERHADAP TINGKAT PERUBAHAN HARGA SAYURAN LOKAL DAN IMPOR PADA DAERAH TERPAPAR DAN DAERAH TIDAK TERPAPAR
 
Creator B., Sumarni
Yahya Hiola, Siti Khadijah
Mudatsir, Rasdiana
Rumallang, Ardi
 
Description Covid 19 atau corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pandemi covid 19 berpengaruh terhadap harga sayuran lokal dan impor, serta menganalisis besarnya tingkat perubahan dan perbedaan harga yang disebabkannya pada daerah terpapar dan daerah tidak terpapar. Populasi penelitian ini adalah pedagang pengecer yang berjualan sayuran lokal dan impor pada daerah terpapar  di kota Makassar (Kec. Rappocini dan Kec. Tamalate, serta pedagang pengecer yang berjualan sayuran lokal dan impor pada daerah tidak terpapar di Kabupaten Jeneponto (Kec. Kelara dan Kec. Rumbia). Hasil Penelitian menunjukkan pengaruh pandemi covid 19 pada daerah tidak terpapar: (1) sulit bagi pedagang untuk mendistribusikan sayur-sayuran lokal ke daerah yang menjadi tujuan pemasaran, terutama pada daerah-daerah yang terpapar covid 19, dan (2) sulit mendapatkan pasokan sayuran impor karena bawang putih merupakan sayuran impor yang dibeli pedagang di Kota Makassar, daerah yang menjadi salah satu Zona Merah di Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk daerah terpapar pengaruhnya adalah (1) sulit mendapatkan pasokan sayuran lokal dan sayuran impor karena Kota Makassar merupakan daerah Zona Merah, sehingga akses keluar masuk kota Makassar dibatasi. (2) pasokan sayuran yang ada sulit dipasarkan karena tingginya pasien covid 19 dan adanya PSBB sehingga masyarakat takut untuk keluar rumah meskipun untuk berbelanja. Tingkat perubahan dan perbedaan harga yang terjadi pada daerah tidak terpapar covid 19 untuk komoditi kol, tomat, dan wortel mengalami penurunan rata-rata harga, masing-masing sebesar Rp. 7.500/kg, Rp. 5.333/kg, Rp. 6.333/kg, sedangkan komoditi lombok biji, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp. 6.500/kg, Rp. 23.000/kg, Rp. 6.000/kg. Dan pada daerah terpapar covid 19 komoditi tomat, wortel dan bawang merah mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp. 8.200/kg, Rp. 4.100/kg, Rp. 56.900/kg, sedangkan kol, lombok biji dan bawang putih mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp. 680/kg, Rp. 1.200/kg, Rp. 18.400/kg.
 
Publisher Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi
 
Date 2020-11-29
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journal.lldikti9.id/Agrokompleks/article/view/494
 
Source Jurnal Agrokompleks; Vol 9 No 2 (2020): Desember; 16-24
2301-7678
 
Language eng
 
Relation http://journal.lldikti9.id/Agrokompleks/article/view/494/335
 
Rights Copyright (c) 2020 Jurnal Agrokompleks
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library