PENELITIAN HUKUM TRANSFORMATIF PARTISIPATORIS: SEBUAH GAGASAN DAN KONSEP AWAL

Jurnal Litigasi

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PENELITIAN HUKUM TRANSFORMATIF PARTISIPATORIS: SEBUAH GAGASAN DAN KONSEP AWAL
PENELITIAN HUKUM TRANSFORMATIF PARTISIPATORIS: SEBUAH GAGASAN DAN KONSEP AWAL
 
Creator Susanto, Anthon Freddy
Batubara, Gialdah Tapiansari
 
Description Normative legal research-dogmatiek, and empirically-quantitative have a tendency to simplification is a waiver of the various aspects of the legal reality is complex, so the legal research dried aspects of values, symbols, meanings of cultural and human morality, do not even have a stunt action in therein. Dogmatiek normative-legal research and quantitative empirical research (both under the paradigm of legal positivism) only describes the relationship (mechanical) between the figures with the rules, principles and rigid principles. Abandonment-waiver so the result, damage to the legal system, social order, and the shattered lives of ecological (environmental) policies by formal law, more favorable power. We find a small community marginalization, displacement and judgment on behalf of the law that many countries do. Legal development that lead to the interests of a particular class or group that is powerful in society. On the one hand the construction of the law is too focused on policy and laws in effect only showing the construction of artificial, although the legislation that has a purpose a lofty goal, but minimal in achievement, especially were always raised to be behavior that appears in the legislation ,
Legal development was too focused on legislation that does not encourage participation public.Hukum lose the ability to explain their relationships with the community and cultural realities and ultimately the law fail to become a medium that can increase participation masyarakat.Dari various legal problems today, shows us, is required approach that is able to respond to change and certainly empowering communities that do not mampu.Oleh therefore legal research should be able to encourage community participation, open to a wide variety of approaches so as to provide a variety of solutions faced by society.
Keywords: Concepts, Law Transformative Research-Participatory.
Penelitian hukum normatif-dogmatiek, maupun empirik-kuantitatif memiliki kecenderungan simplifikasi yaitu pengabaian terhadap berbagai aspek dalam realitas hukum yang kompleks, sehingga penelitian hukum kering dari aspek nilai, simbol-simbol, makna-makna kultural dan moralitas kemanusiaan, bahkan tidak memiliki tindakan aksi di dalamnya.  Penelitian hukum normatif-dogmatiek dan juga penelitian empirik kuantitatif (keduanya di bawah paradigma positivism hukum)  hanya menjelaskan keterkaitan (mekanis) antara angka angka dengan aturan, asas-asas dan prinsip yang kaku. Pengabaian-pengabaian demikian itu mengakibatkan, rusaknya tatanan hukum, tatanan masyarakat, serta hancurnya kehidupan ekologis (lingkungan hidup) oleh kebijakan-kebijakan hukum formal, yang lebih memihak kekuasaan.  Kita temukan marjinalisasi masyarakat kecil, penggusuran dan penghakiman atas nama hukum yang banyak dilakukan Negara. Pembangunan hukum yang lebih mengarah kepada kepentingan kelas tertentu atau kelompok yang kuat dalam masyarakat. Pada satu sisi pembangunan hukum yang terlalu terfokus pada kebijakan perundang-undangan pada hakekatnya hanya menampilkan pembangunan semu, sekalipun peraturan perundang-undangan itu memiliki tujuan tujuan yang mulia, namun minim dalam pencapaian, terlebih yang selalu mengemuka akan perilaku yang Nampak dalam perundang-undangan itu.
Pembangunan hukum yang terlalu terfokus pada perundang-undangan itu tidak mendorong partisipasi public.Hukum kehilangan kemampuan untuk menjelaskan relasinya dengan masyarakat dan realitas kultural dan akhirnya hukum gagal menjadi medium yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.Dari berbagai problem hukum saat ini, memperlihatkan kepada kita, diperlukan pendekatan yang mampu merespon perubahan dan tentu saja keberpihakan terhadap masyarakat yang tidak mampu.Oleh karena itu penelitian hukum seharusnya mampu mendorong partisipasi masyarakat, terbuka terhadap berbagai ragam pendekatan sehingga mampu memberikan berbagai solusi yang dihadapi oleh masyarakat.
Kata Kunci: Konsep, Penelitian Hukum Transformatif–Partisipatoris.
 
Publisher Fakultas Hukum Universitas Pasundan
 
Date 2016-11-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-Reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://journal.unpas.ac.id/index.php/litigasi/article/view/159
10.23969/litigasi.v17i2.159
 
Source JURNAL LITIGASI (e-Journal); Vol 17 No 2 (2016); 3314-3376
2442-2274
0853-7100
10.23969/litigasi.v17i2
 
Language eng
 
Relation http://journal.unpas.ac.id/index.php/litigasi/article/view/159/75
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library