KEPASRAHAN HIDUP TOKOH DALAM CERPEN "TUJUAN: NEGERI SENJA" KARYA SENO GUMIRA DAN CERPEN "SEHARI MENUNGGU MAUT" KARYA ERNEST HAMINGWAY

LOA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title KEPASRAHAN HIDUP TOKOH DALAM CERPEN "TUJUAN: NEGERI SENJA" KARYA SENO GUMIRA DAN CERPEN "SEHARI MENUNGGU MAUT" KARYA ERNEST HAMINGWAY
 
Creator N Yeffa Afnita A, Siti Umi Hanik, Rika Istianingrum, Yunita Suryani,
 
Subject Sastra Indonesia
eksistensi, kepasrahan, tokoh
Kajian Psikologi Sastra dan Sastra Bandingan
 
Description Abstrak Kepasrahan merupakan salah satu bentuk dari eksistensi hidup manusia. Seperti pada tokoh dalam cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway yang memilih pasrah dalam memandang kematian. Tujuan penelitian dalam artikel ini untuk memberikan deskripsi perbedaan dan persamaan mengenai makna kepasrahan yang dialami seorang tokoh dalam cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis komparatif dengan teori psikologi sastra. Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka dengan sumber data berupa cerpen “Tujuan: Negeri Senja” karya Seno Gumira Ajidarma dan cerpen “Sehari Menunggu Maut” karya Ernest Hamingway. Teknik analisis dengan deskriptif interpretatif. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pada kedua cerpen tersebut terdapat persamaan tema cerita yaitu kematian. Perbedaanya terletak pada karakter tokoh dalam memaknai kepasrahan dengan sikap merelakan, menerima, mengatasi sesuatu, dan melakukan tindakan. Kata-kata kunci: eksistensi, kepasrahan, tokoh, cerita pendek  AbstractSurrender is one form of existence of human life. As in the characters in the short story “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway who chose resignation in looking at death. The purpose of the research in this article is to provide a description of the differences and similarities regarding the meaning of surrender experienced by a character in the short story “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway. The method used is descriptive method with comparative analysis with literary psychology theory. Data collection techniques are literature study with data sources in the form of short stories “Tujuan: Negeri Senja” by Seno Gumira Ajidarma and the short story “Sehari Menunggu Maut” by Ernest Hamingway. Analytical techniques with interpretive descriptive. The results found in this study are in the two short stories there are similarities in the theme of the story that is death. The difference lies in the character's character in interpreting surrender by giving up, accepting, organizing something, and taking action. Keywords: existence, surrender, character, short stories
 
Publisher Kantor Bahasa Kalimantan Timur
 
Contributor -
 
Date 2020-06-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/loa/article/view/2336
10.26499/loa.v15i1.2336
 
Source LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan; Vol 15, No 1 (2020): LOA; 33--41
2714-8653
1907-073X
 
Language eng
 
Relation http://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/loa/article/view/2336/1218
 
Rights Copyright (c) 2020 LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library