EQUITY SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM DALAM MENYELESAIKAN PERKARA PIDANA PEREMPUAN

Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title EQUITY SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM DALAM MENYELESAIKAN PERKARA PIDANA PEREMPUAN
EQUITY SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM DALAM MENYELESAIKAN PERKARA PIDANA PEREMPUAN
 
Creator Ariyanti, Vivi
 
Description Hakim sebagai garda utama bagi pencari keadilan harus mampu melampaui batasan positivisme hukum dan dapat membuka diri terhadap akal budi (natural reason) yang selama ini menjadi ruang kosong dalam proses penetapan hukum di pengadilan. Fokus artikel ini membahas bagaimana putusan pengadilan seharusnya dibuat dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang logis sesuai dengan akal budi, berdasarkan prinsip equity sebagai dasar pertimbangan putusan dalam menyelesaikan perkara pidana perempuan. Kajian ini berkesimpulan bahwa penerapan prinsip equity dalam peradilan pidana merupakan salah satu upaya untuk mencari keadilan di saat tidak ada aturan perundang-undangan yang dapat menjamin hak-hak perempuan sebagai korban tindak pidana. Penerapan prinsip equity dalam hukum pidana ini dapat disamakan dengan prinsip ex aequo et bono dalam hukum perdata, yaitu “menurut keadilan” sehingga majelis hakim dapat berpendapat lain dari ketentuan yang telah ada dan menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya bagi perempuan korban tindak pidana/kekerasan seksual.
Judges as the main guard for justice seekers must be able to exceed the limits of legal positivism and be able to open themselves to natural reason, which has been a space in the process of determining the law in court. The focus of this article discusses how court decisions should be made by considering logical aspects in accordance by reason, based on the principle of equity as the basis for consideration of decisions in resolving women's criminal cases. This study concludes that the application of the principle of equity in criminal justice is an effort to seek justice when there are no laws and regulations that can guarantee the rights of women as victims of criminal acts. The application of the equity principle in this criminal law can be equated with the principle of "ex aequo et bono" in private law, namely "according to justice" so that the panel of judges can think differently from the existing provisions and give the fairest verdicts for women victims of sexual crimes.
 
Publisher Universitas Kristen Satya Wacana
 
Date 2020-10-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/3483
10.24246/jrh.2020.v5.i1.p63-84
 
Source Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; Vol 5 No 1 (2020): Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; 63-84
2541-5417
2541-4984
10.24246/jrh.2020.v5.i1
 
Language ind
 
Relation https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/3483/1576
 
Rights Copyright (c) 2020 Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library