BATIK SOKARAJA DALAM WACANA TAREKAT ISLAM:

IBDA

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title BATIK SOKARAJA DALAM WACANA TAREKAT ISLAM:
 
Creator Hidayat, Arif
 
Description penelitian ini mengungkapkan tentang wacana tarekat Islam dapat melekat dalam motif dan ideologi batik tradisional Sokaraja dan batik tradisional Sokaraja dalam mempertahankan identitas di tengah wacana kebutuhan trend dan mode pasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian semi-etnografi, yang di dalamnya mempelajari peristiwa tradisi dan konteksnya, yang menyajikan pandangan hidup subjek penelitian, serta kaitan antara tradisi dengan pemahaman (mind). Hasil penelitian ini, pertama, acana dalam ajaran tarekat tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah dan Syadziliyah melekat dalam motif dan ideologi batik tradisional Sokaraja. Dominasi tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah dalam pengaruh pada batik Sokaraja terlihat pada tahun 1950-an ketika Muhammad Rrifa’i Affandi menjdi Ketua Komunitas Batik Banyumasan. Adapun pengusaha yang kebanyakan adalah pengikut yang ikut membatik dalam rangka untuk menghidupi ekonomi keluarga. Wacana ajaran tarekat melekat dalam pola, motif, corak, isen, dan ideologi. Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah dapat terlihat dalam nuansa simbolitas unsur-unsur Islam yang cukup kental, sedangkan pengaruh tarekat Syadziliyah lebih mengarah pada unsur alam, terutama tumbuhan.  Kedua, etos kerja perajin batik tradisional Sokaraja dalam mempertahankan identitas di tengah wacana kebutuhan trend dan mode pasar ditumbuhkan dengan membuat varian antara batik tulis dengan batik cap. Batik tulis yang harganya mahal ditopang dengan batik cap yang bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Adapun batik tulis biasanya dibeli dari kalangan menengah ke atas sebagai gaya hidup yang menghargai kualitas, dan nilai-nilai budaya. Walaupun para perajin di era sekarang ini membuat batik dalam pesanan pasar, namun doa dan keyakinan bahwa rezeki datang dari Allah tetap melekat sehingga amalan ibadah tetap dilakukan sesuai dengan ajaran Islam. Dalam keyakinan doa itulah, para perajin meyakini bahwa batik pada keberlimpahruahan ini, rezeki tidak akan tertukar sehingga mereka memiliki semangat untuk berkreasi dengan memunculkan motif baru berdasarkan  kekayaan budaya di daerah sekitar.
 
Publisher Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto
 
Date 2019-07-15
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda/article/view/2713
10.24090/ibda.v17i1.2713
 
Source IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya; Vol 17 No 1 (2019): IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya; 34-59
2477-5517
1693-6736
10.24090/ibda.v17i1
 
Language eng
 
Relation http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda/article/view/2713/1682
 
Rights Copyright (c) 2019 Arif Hidayat
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library