Dialektika Agama dan Budaya dalam "Berkah" Nawu Sendang Selirang

IBDA

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Dialektika Agama dan Budaya dalam "Berkah" Nawu Sendang Selirang
 
Creator Ghafur, Waryono Abdul
 
Description This article discusses Sendang Selirang, a local culture in Kotagede, Yogyakarta, the existence of which is conserved to the present time. There is a tradition to clean the pool located in the former Mataram kingdom in Kota Gede. This tradition has different meaning among the three different groups of people: abangan, santri, and the intellectuals. This article starts from Clifford Geertz’s interpretative ethnography to understand cultural events existing in the society. This research found that among abangan community, Sendang Selirang is a ritual and ceremony which is performed with religious emotion and considered to be mystical. This meaning is different from that the group of santri, represented by Muhammadiyah. For some Muhammadiyah activists, this tradition is a part of superstition, bid’ah, and kurafat, so that it should be avoided. Meanwhile, for the intellectuals, it is not enough to view this tradition only from religious perspective. It should also be viewed from cultural perspective. This view functions as mediation for the other two groups of community that potentially arise conflicts. This research also found that the different views among the communities are influenced not only by the religious factor, but also other factors, such as equality in handling the ceremony and material benefit. However, the unity in diversity should be highlighted to create harmony among them. Artikel ini membahas tentang Sendang Selirang sebagai salah satu budaya lokal khas di Kotagede Yogyakarta yang sampai sekarang masih dilestarikan. Ada tradisi membersihkan kolam yang berada di bekas lingkungan Kerajaan Mataram awal di Kotagede. Tradisi tersebut dimaknai secara berbeda oleh tiga kelompok di Kotagede: abangan, santri, dan intelektual. Tulisan ini berangkat dari kerangka yang dibangun oleh Clifford Geertz dengan etnografi interpretatifnya untuk memahami suatu peristiwa budaya yang terjadi di masyarakat. Hasil penelitian ini menun  jukkan bahwa bagi masyarakat abangan, Sendang Selirang menjadi ritus dan upacara yang dilaksanakan dengan emosi keagamaan dan mempunyai sifat keramat. Pemaknaan tersebut ternyata berbeda bagi kelompok santri yang direpresentasikan dengan Muhammadiyah. Bagi beberapa aktivis Muhammadiyah, tradisi nawu sendang (Sendang Selirang) merupakan bagian dari tahayul, bid’ah, dan kurafat sehingga harus dihindari. Sementara bagi kelompok “cendekiawan”, peristiwa nawu sendang tidak cukup dipandang dari sisi agama, namun juga dari sisi budaya. Ini sebagai “jalan tengah” untuk menengahi dua kelompok sebelumnya yang berpotensi konflik. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dari tiga kelompok tersebut dipengaruhi oleh bukan semata pandangan keagamaan masing-masing, tapi juga oleh faktor lain di luar agama, seperti pemerataan dalam penyelenggaraan dan keuntungan material. Kebersamaan dalam perbedaan tetap yang diutamakan, sehingga harmoni terus berjalan dengan baik.
 
Publisher Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto
 
Date 2017-05-02
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda/article/view/710
10.24090/ibda.v15i1.710
 
Source IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya; Vol 15 No 1 (2017): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya; 1-21
2477-5517
1693-6736
10.24090/ibda.v15i1
 
Language eng
 
Relation http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda/article/view/710/819
 
Rights Copyright (c) 2017 Waryono Abdul Ghafur
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library