Karakter Majelis Sebagai Pemimpin Jemaat Menurut 1 Timotius 3:8-10 Di Gereja GPPIK Maranatha Antan Pontianak Kalimantan Barat

Journal Kerusso

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Karakter Majelis Sebagai Pemimpin Jemaat Menurut 1 Timotius 3:8-10 Di Gereja GPPIK Maranatha Antan Pontianak Kalimantan Barat
 
Creator Zaluchu, Julianus
Ulansari, Nita
 
Description A key word that is very important and often used in the sphere of Church life is the word 'ministry'. This word has a very deep meaning, not only because the word 'ministry' has its roots in and is rooted in Jesus Christ, whose whole life fully qualifies the meaning of service. But also by realizing that by and through the word 'ministry', the Church has emerged as a unique, unique and specific institution, which cannot be found in common with any other institution that has come together in the middle of history. In other words, the terminology of ministry has a close affinity for the church, although in recent developments the term ministry itself has been widely used in the life of non-ecclesiastical institutions. The presence of the churches in Indonesia is not a passive and meaningless presence. The presence of the church in Indonesia is a dynamic, active presence that moves, a presence that is directed to others, a presence that serves. The church will lose its meaning if its presence in the world becomes a passive, static, non-serving presence.
Abstrak Indonesia
Sebuah kata kunci yang sangat penting dan acapkali dipergunakan dalam ruang lingkup kehidupan Gereja adalah kata ‘pelayanan’. Kata ini mengandung makna yang sangat dalam, bukan saja oleh karena kata ‘pelayanan’ bersumber serta berakar pada Yesus Kristus, yang keseluruhan hidup-Nya mengkualisasikan secara prima arti pelayanan. Tetapi juga dengan menyadari bahwa oleh dan melalui kata ‘pelayanan’ itu, Gereja telah tampil sebagai sebuah intitusi yang khas, unik dan spesifik, yang tak bisa dicari kesamaannya dengan intitusi lain yang bersama-sama hadir di tengah-tengah sejarah. Dengan kata lain, terminologi pelayanan memiliki ketertarikan erat dengan gereja,walaupun dalam perkembangan terakhir istilah pelayanan itu sendiri, telah banyak dipergunakan dalam kehidupan lembaga-lembaga non gerejawi. Kehadiran gereja-gereja di Indonesisa bukanlah kehadiran yang pasif  dan tanpa makna. Kehadiran gereja di bumi Indonesia justru merupakan sebuah kehadiran yang aktif dinamik, yang bergerak, kehadiran yang terarah bagi orang lain, kehadiran yang melayani. Gereja akan kehilangan maknanya jika kehadiraanya di tengah dunia menjadi kehadiran pasif, yang statis, yang tidak melayani.
 
Publisher Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya
 
Date 2020-09-03
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnal.sttii-surabaya.ac.id/index.php/Kerusso/article/view/150
10.33856/kerusso.v5i2.150
 
Source Journal Kerusso; Vol 5 No 2: Jurnal Teologi & Pelayanan KERUSSO - September 2020; 94-103
2714-9587
2407-554X
10.33856/kerusso.v5i2
 
Language eng
 
Relation http://jurnal.sttii-surabaya.ac.id/index.php/Kerusso/article/view/150/179
 
Rights Copyright (c) 2020 Journal KERUSSO
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library