Problematika Nomos Dan Hubungannya Dengan Kasih Karunia Dalam Surat Roma

Journal Kerusso

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Problematika Nomos Dan Hubungannya Dengan Kasih Karunia Dalam Surat Roma
 
Creator Prabowo, Prabowo
 
Description It’s long time, churches debate on the application of the law to believers today. Some of the figures found grace is no longer relevant in the church. But some Christian leaders argue otherwise, saying that the law is still relevant and should be done. But, now a days many interpretations that are not right about Paul's theology on the application of the law in a period of grace. False interpretations of verses taken from Paul's letters caused God's people to be confused. Therefore, there is a need for proper interpretation through the process of exegesis of the Book of Romans 2-8, resulting in the existence of the correct interpretation of the law in a period of grace.From the background and the problems, this research focused to sharpen understanding of the problems related to the application of grace in the church today. Researchers used descriptive method to describe it. Then the authors conducted a study exegesis consisting of an observational analysis, textual analysis, structural analysis, grammatical analysis, lexical analysis, historical analysis or conceptual, analytical theological and exegetical analysis of Romans 2-8.
The purpose of this study is the first, to understand the interrelationships of the law and grace; second, to understand the uniqueness of Paul's theology in describing the application of the law in a period of grace; Third, investigate exegesis mean passages from Paul's Letter to the Romans chapters 2-8 which discusses the relevance of the law and grace.
The results of the discussion found several things: First, the assumption that Paul abolishes the law is not correct. Paul did not abolish the Law in a period of grace. Second, the law still relevant in the church today. Jesus fulfill the law for believers, so that believers can do the latter by the power of the Holy Spirit. And keep in mind that God has put His laws are no longer in tablets of stone dead, but in the mind of his people. Third, the law has a unique role and functions in the day of grace. The Law was God's will for believers because it still remains a self-revelation of God.Recommended for ministers, pastors, and teachers of theology seriously investigate the truth about the existence of the law in the church today, so that people are not confused by every falseteaching.
Abstrak Indonesia 
Sudah lama sekali, gereja berdebat tentang penerapan hukum kepada orang percaya hari ini. Beberapa tokoh menemukan kasih karunia tidak lagi relevan di gereja. Tetapi beberapa pemimpin Kristen berpendapat sebaliknya, dengan mengatakan bahwa hukum masih relevan dan harus dilakukan. Namun, sekarang ini banyak tafsir yang tidak benar tentang teologi Paulus tentang penerapan hukum dalam masa kasih karunia. Penafsiran yang salah dari ayat-ayat yang diambil dari surat-surat Paulus menyebabkan umat Tuhan menjadi bingung. Oleh karena itu, diperlukan penafsiran yang tepat melalui proses penafsiran Kitab Roma 2-8, sehingga terjadi penafsiran hukum yang benar dalam masa rahmat.Dari latar belakang dan permasalahan tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mempertajam pemahaman tentang permasalahan terkait penerapan anugerah di gereja saat ini. Peneliti menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikannya. Kemudian penulis melakukan studi tafsir yang terdiri dari analisis observasional, analisis tekstual, analisis struktural, analisis gramatikal, analisis leksikal, analisis historis atau konseptual, analisis teologis dan analisis eksegetik Roma 2-8.
Tujuan dari studi ini adalah yang pertama, untuk memahami keterkaitan antara hukum dan rahmat; kedua, memahami keunikan teologi Paulus dalam menjelaskan penerapan hukum dalam masa kasih karunia; Ketiga, menyelidiki eksegesis yang berarti bagian-bagian dari Surat Paulus kepada Roma pasal 2-8 yang membahas relevansi hukum dan kasih karunia.Hasil diskusi menemukan beberapa hal: Pertama, anggapan bahwa Paulus menghapus hukum adalah tidak tepat. Paulus tidak menghapus Hukum dalam masa kasih karunia. Kedua, hukum masih relevan di gereja saat ini. Yesus menggenapi hukum untuk orang percaya, sehingga orang percaya dapat melakukan yang terakhir dengan kuasa Roh Kudus. Dan perlu diingat bahwa Tuhan telah meletakkan hukum-hukum-Nya tidak lagi di loh batu mati, tetapi di benak umat-Nya. Ketiga, hukum memiliki peran dan fungsi yang unik di hari kasih karunia. Hukum adalah kehendak Tuhan bagi orang percaya karena itu tetap merupakan wahyu Tuhan.
Dianjurkan agar pendeta, pendeta, dan guru teologi menyelidiki dengan serius kebenaran tentang keberadaan hukum di gereja saat ini, agar masyarakat tidak dibingungkan oleh setiap kesalahan pengajaran.
 
Publisher Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya
 
Date 2020-09-02
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnal.sttii-surabaya.ac.id/index.php/Kerusso/article/view/149
10.33856/kerusso.v5i2.149
 
Source Journal Kerusso; Vol 5 No 2: Jurnal Teologi & Pelayanan KERUSSO - September 2020; 75-93
2714-9587
2407-554X
10.33856/kerusso.v5i2
 
Language eng
 
Relation http://jurnal.sttii-surabaya.ac.id/index.php/Kerusso/article/view/149/178
 
Rights Copyright (c) 2020 Journal KERUSSO
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library