PARADIGMA INTERPRETIF KONSEP PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN) PADA PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN

Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PARADIGMA INTERPRETIF KONSEP PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN) PADA PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN
PARADIGMA INTERPRETIF KONSEP PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN) PADA PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN
 
Creator Nuraini, Hanifah
Dauri, Dauri
Haikal A., Thio
Andreas, Ricco
 
Description Transaksi bisnis antara pelaku usaha dan konsumen akan selalu dipertemukan dengan suatu perjanjian atau perjanjian yang mengikat para pihak. Khususnya dalam perjanjian kredit perbankan, pihak bank mencetak formulir perjanjian kredit secara massal dan kolektif yang klausulanya disusun sepihak oleh kreditur tanpa keterlibatan debitur. Fenomena ini memberikan pandangan seolah kreditur menggunakan kekuasaannya dengan memanfaatkan ketidakberdayaan debitur untuk kepentingan sepihak sebagai bentuk penyalahgunaan keadaan. Penelitian ini membahas tentangparadigma interpretif penyalahgunaan keadaan pada perjanjian kredit perbankan. Tujuan penelitian untuk mengetahui paradigma konsep penyalahgunaan keadaan kreditur terhadap debitur dalam perjanjian kredit. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan konseptual sebagai terobosan atas permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian ini menyajikan paparan interpretasi penyalahgunaan keadaan yang seharusnya pada perjanjian kredit perbankan dan harus terkait dengan tindakan nyata yang merugikan debitur baik pada saat melaksanakan perjanjian.
Abstract
A binding agreement or contract will always confront business transactions between businesses and consumers. Especially in banking credit agreements, banks make multiple and collective loan agreement forms whose clauses are unilaterally prepared by creditors without debtor involvement. This phenomenon gives perception as if the creditor is using his power by exploiting the power of the debtor for unilateral interests as a form of Undue influence. This study discusses the interpretive paradigm of undue influence in banking credit agreements. The purpose of this research is to find out the paradigm of the undue influence concept of creditors towards debtors in credit agreements. The research method used is normative research with a conceptual approach as a breakthrough for the problems that occur. The results of this study present the exposure to interpretations of the undue influence that should be in banking credit agreements and must be related to concrete actions that harm the debtor both when implementing the agreement.
 
Publisher Universitas Kristen Satya Wacana
 
Date 2020-07-16
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/3352
10.24246/jrh.2020.v4.i2.p259-280
 
Source Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; Vol 4 No 2 (2020): Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; 259-280
2541-5417
2541-4984
10.24246/jrh.2020.v4.i2
 
Language ind
 
Relation https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/3352/1481
 
Rights Copyright (c) 2020 Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library