Political Dynasty in Banten: Improvement or Threat to Democracy

Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Political Dynasty in Banten: Improvement or Threat to Democracy
 
Creator Indrawan, Jerry
Simanihuruk, Hermina
Aji, M. Prakoso
 
Description In many developing countries, namely in South East Asia, political leaderships are marked by numerous hereditary systems, also include Indonesia. Banten is the writers selected region as a research subject in this writing. The former Governor of Banten, Ratu Atut Chosiyah, has relatives in seven regencies and cities all across Banten, including national scale, in such creates her own political dynasty. This paper are about to answer two questions and reveal some close facts to discuss in Indonesia related to political dynasty. Does this hereditary systems works well in serving the people’s need?  Does political dynasty close other people opportunity to run for public offices as well? If this so, political dynasty will be a threat for ongoing Indonesian democratic practices, especially bureaucratic reform efforts. Research metdhod is done through qualitative descriptive with literature study to gain data and information required. The conclusion of this writing is that political dynasty do more harm than give benefit and it would definitely endanger the lives of local democracy. In terms of public service, little advantages received from this sort of practices.
Di banyak negara-negara berkembang, terutama di Asia Tenggara, kepemimpinan politik ditandai dengan cukup banyaknya sistem keturunan, termasuk di Indonesia. Banten menjadi daerah yang penulis pilih sebagai subjek kajian dalam tulisan ini. Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, memiliki keluarga di dalam tujuh kabupaten dan kota di seluruh Banten, termasuk juga di tingkat nasional, sehingga menciptakan dinasti politiknya sendiri. Tulisan ini akan menjawab dua pertanyaan dan mengungkapkan fakta-fakta terkait dinasti politik yang jarang dibahas di Indonesia. Pertama, apakah sistem keturunan dalam politik mampu bekerja dengan baik dalam melayani kebutuhan masyarakat? Kedua, apakah dinasti politik menutup kesempatan masyarakat biasa untuk mencalonkan diri dalam jabatan-jabatan publik? Apabila iya, dinasti politik akan menjadi ancaman bagi praktek-praktek demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia, khususnya usaha-usaha reformasi birokrasi. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan studi pustaka untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan. Kesimpulan dari tulisan ini adalah dinasti politik lebih banyak menghasilkan kerugian dibandingkan keuntungan, serta pastinya mengancam kelangsungan hidup dari demokrasi lokal. Dalam konteks pelayanan publik, keuntungan yang didapatkan sangat kecil dari praktek-praktek seperti ini.
 
Publisher Jurusan Ilmu Administrasi Publik, Universitas Lampung
 
Date 2020-06-08
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
 
Format application/pdf
 
Identifier http://jurnaladministratio.fisip.unila.ac.id/index.php/administratio/article/view/132
 
Source Administratio; Vol 11 No 1 (2020): Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan; 55-65
Administratio; Vol 11 No 1 (2020): Administratio : Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan; 55-65
2548-6977
2087-0825
 
Language eng
 
Relation http://jurnaladministratio.fisip.unila.ac.id/index.php/administratio/article/view/132/82
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library