Penataan Hunian Kawasan Bantaran Sungai Bone Kota Gorontalo

Jurnal Teknik

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Penataan Hunian Kawasan Bantaran Sungai Bone Kota Gorontalo
 
Creator Ali, Andika
Arifin, Sri Sutarni
Mokodongan, Elvie F.
 
Subject Kota
Hunian
Kawasan Tepi Air
Bangunan Tepi Air dan Arsitek
 
Description Kota akan selalu mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, baik secara fisik maupun non fisik. Perkembangan kota selalu dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi  dilingkungannya,  seperti  yang  terjadi  di  bantaran  sungai  biasanya  identik  dengan sampah,  kotor,  dan  kawasan  kumuh.    Gambaran  ini  ada  benarnya  jika  kita  melongok kawasan bantaran sungai di tengah kota dan sekitarnya. .  Problematika ini hampir ada di setiap  kota-kota  besar  di  Indonesia  dan   tidak  kurang  upaya  pemerintah  menata  kawasan ini  agar  menjadi  lingkungan  yang  bersih  dan  nyaman,  masyarakatpun  sebenarnya menginginkan hal yang sama. Rumah adalah bagian yang utuh dari permukiman, dan bukan hasil fisik sekali jadi semata, melainkan  merupakan  suatu  proses  yang  terus  berkembang  dan  terkait  dengan  mobilitas sosial ekonomi penghuninya dalam suatu kurun waktu. Yang terpenting dan rumah adalah dampak  terhadap  penghuni,  bukan  wujud  atau  standar  fisiknya.  Selanjutnya  dikatakan bahwa  interaksi  antara  rumah  dan  penghuni  adalah  apa  yang  diberikan  rumah  kepada penghuni serta apa yang dilakukan penghuni terhadap rumah. Kawasan  adalah  suatu  daerah  di  permukaan  bumi  yang  relative  homogeny  dan  berbeda disekelilingnya  berdasarkan  kriteria  tertentu,  definisi  dan  deskripsi  tentang  kawasan menjadi  perhatian  utama  para  ahli  demografi  pada  pertengahan  abad  ke-20.  Dalam mengelola  kawasan  Tepian  Air,  beberapa  elemen  dapat  diberikan  penekanan  dalam memberikan  solusi  desain  yang  spesifik,  yang  membedakan  dengan  olahan  kawasan lainnya  atau  yang  dapat  memberikan  kesan  mendalam,  sehingga  selalu  dikenang  oleh pengunjung.  Secara  arsitektur,  bangunan  permukiman  tepi  sungai  dibedakan  menjadi bangunan  di  atas  tanah,  bangunan  panggung  di  darat,  bangunan  panggung  di  atas  air, bangunan rakit di atas air. Arsitektural bangunan dibuat dengan kaidah tradisional maupun modern,  sesuai  dengan  latar  belakang  budaya  dan  suku/etnis  masing-masing.    Tipologi bangunan  menggunakan  struktur  dan  konstruksi  sederhana,  tradisional  dan  konvensional, yang kurang memperhitungkan pengaruh angin.
 
Publisher Universitas Negeri Gorontalo
 
Date 2018-06-04
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://jt.ft.ung.ac.id/index.php/jt/article/view/52
10.37031/jt.v16i1.52
 
Source Jurnal Teknik; Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Teknik; 59-80
2715-7660
1693-6191
 
Language eng
 
Relation https://jt.ft.ung.ac.id/index.php/jt/article/view/52/23
 
Rights Copyright (c) 2018 Andika Ali, Sri Sutarni Arifin, Elvie F. Mokodongan (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library