KORESPONDENSI BUNYI BAHASA DAERAH DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Aksara

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title KORESPONDENSI BUNYI BAHASA DAERAH DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA
 
Creator Hariyanto, Prima
 
Subject korespondensi bunyi; bahasa daerah Sulawesi Tenggara; pasangan fonem
 
Description AbstrakPenelitian ini akan menguraikan korespondensi bunyi dalam bahasa-bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian dialektologi yang bertujuan untuk membuat gambaran bentuk serta kecenderungan korespondensi bunyi dan membuat deskripsi perbedaan dialektal atau subdialektal pada tataran fonologi kosakata bahasa-bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori korespondensi bunyi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan analisis, terdapat 34 pasangan fonem yang memiliki potensi sebagai korespondensi bunyi dan tiga belas di antaranya dapat dipastikan sebagai bentuk korespondensi bunyi karena muncul berulang. Dari ketiga belas fonem tersebut, terdapat dua belas garis yang menghubungkan tiga belas fonem di dalam peta korespondensi bunyi. Akan tetapi, tidak semua pasangan fonem tersebut memiliki kedekatan dalam hal kesamaan artikulator, daerah artikulasi, ataupun posisi glotis. Beberapa pasangan hanya memiliki perbedaan dalam salah satu faktor, seperti sama artikulator dan daerah artikulasi beda posisi glotis, atau sebaliknya.Kata kunci: korespondensi bunyi, bahasa daerah Sulawesi Tenggara, pasangan fonem AbstractThis study describes sound correspondence in regional languages in the Southeast Sulawesi Province. This research is a dialectology study which aims to describe the shape and tendency of sound correspondence and make a description of dialectal or subdialectal differences at the phonology level of the vocabulary of regional languages in the Southeast Sulawesi Province. This study uses sound correspondence theory. The approach used is quantitative, while the method used is the descriptive method. Based on the analysis, there are 34 phoneme pairs which have the potential as sound correspondence and 13 of which can be ascertained as a form of sound correspondence because it appears repeatedly. Of the thirteen phonemes, there are 12 lines that connect 13 phonemes in the sound correspondence map. However, not all phoneme pairs have closeness in terms of the similarity of articulators, articulation areas, or glottic positions. Some couples only have differences in one factor, such as the articulator and the articulation area of the glottic position, or vice versa.Keywords: sound correspondence, regional languages of Southeast Sulawesi, phoneme pair
 
Publisher Balai Bahasa Bali
 
Contributor
 
Date 2019-12-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier http://aksara.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/aksara/article/view/340
10.29255/aksara.v31i2.340.269-283
 
Source Aksara; Vol 31, No 2 (2019): AKSARA, EDISI Desember 2019; 269-283
2580-0353
0854-3283
 
Language eng
 
Relation http://aksara.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/aksara/article/view/340/pdf
 
Rights Copyright (c) 2019 Aksara
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library