Doclang, Makanan Tradisional Yang Mulai Tersisihkan

Khasanah Ilmu : Jurnal Pariwisata dan Budaya

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Doclang, Makanan Tradisional Yang Mulai Tersisihkan
 
Creator Lestari, Nurul Sukma
Christina, Christina
 
Subject

 
Description Abstract – Doclang is a typical traditional Bogor food found in Indonesia. The composition contained in doclang, are: lontong or pesor in Sundanese, fried tofu, boiled eggs and fried steamed potatoes and bean spices as an aditional. The uniqueness found in doclang is from rice cake made using patat leaves and cooked for a long time. This study aims to obtain an overview of the existence of Doclang in the Bogor community. This research was conducted using qualitative methods by directly collecting data by conducting observations and interviews. The results of the study show that there are two versions of the origin of Doclang, namely the influence of the Chinese community and artisans of diamonds. In making Doclang, Pesor and potatoes are used as a differentiator from kupat tahu. And at this time in the city of Bogor has provided a place for culinary tourism such as Doclang, which is on Jalan Jembatan Merah or Jalan Veteran which is sold by street vendors.

Keywords: Doclang, Lontong, Patat leaves, Preserving

Abstrak - Doclang merupakan makanan tradisional Khas Bogor yang terdapat di Indonesia. Komposisi yang terdapat pada doclang yaitu: lontong atau pesor dalam Bahasa Sunda, tahu goreng, telor rebus dan kentang kukus yang digoreng serta bumbu kacang sebagai pelengkap. Keunikan yang terdapat pada doclang adalah dari lontong yang dibuat menggunakan daun patat dan dimasak dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang keberadaan Doclang di masyarakat Bogor khususnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan langsung mengumpulkan data dengan melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua versi asal usul Doclang, yaitu pengaruh dari masyarakat Tionghoa dan pengrajin ketupat. Dalam pembuatan Doclang dipergunakan Pesor dan kentang sebagai pembeda dari kupat tahu. Serta pada saat ini di Kota Bogor sudah menyediakan tempat untuk wisata kuliner seperti Doclang, yaitu di Jalan Jembatan Merah atau Jalan Veteran yang dijual oleh para pedagang kaki lima.

Kata Kunci: Doclang, Lontong, Daun Patat, Pelestarian
 
Publisher Universitas Bina Sarana Informatika
 
Contributor
 
Date 2018-11-19
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Artikel yang dipeer-review
 
Format application/pdf
 
Identifier http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khasanah/article/view/5224
10.31294/khi.v9i2.5224
 
Source Khasanah Ilmu; Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya; Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018
2655-5433
2087-0086
10.31294/khi.v9i2
 
Language ind
 
Relation http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khasanah/article/view/5224/2908
 
Rights ##submission.copyrightStatement##
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library