Paulus dan Perempuan

Jurnal Jaffray

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Paulus dan Perempuan
 
Creator Rouw, Randy Frank
Rouw, Julian Frank; Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara Ungaran
 
Subject Teologi, Biblika
Paulus, Perempuan, Istri, Tuhan, Kristus

 
Description Artikel ini berfokus untuk menjawab beberapa pertanyaan meliputi: (1) Siapa rekan-rekan perempuan Paulus? (2) Apa ajaran Paulus untuk istri-istri? (3) Apa ajaran Paulus tentang perempuan dan pelayanannya? (4) Menurut Paulus, apakah perempuan dapat melayani sebagai penilik jemaat? (5) Menurut Paulus, apakah perempuan dapat melayani sebagai diaken? (6) Menurut Paulus, apakah ada perbedaan antara pelayanan laki-laki dan pelayanan perempuan? (7) Apa yang ditulis Paulus mengenai pelayanan perempuan? Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan dalam pelayanan laki-laki dan pelayanan perempuan menurut Paulus. Ekspektasi Paulus, seorang penilik jemaat adalah seorang laki-laki dan bukan perempuan. Namun, perempuan dapat berperan dalam pelayanan diaken. Perempuan juga dapat mendidik perempuan lain yang lebih muda. Berkaitan dengan istri, Paulus menekankan akan ketundukan istri terhadap suami. Bukan bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. Ini penekanan Paulus bagi istri; istri tunduk kepada suami sebagai wujud perempuan yang takut akan Tuhan. Istri sadar bahwa suami adalah “sumber keberadaan” mereka.This article focus to answer a couple of question, include: (1) Who are Paul women partners? (2) What is Paul’s teaching about wives? (3) What is Paul’s teaching about a woman and her ministry? (4) According to Paul, can woman serve as an overseer? (5) Can a woman serve as a deacon? (6) Is there any difference ministry between man and woman? (7) What did Paul write about woman ministry? The conclusion is there are differences between man and woman ministry according to Paul. Paul’s expectation tells us that an overseer is a man and not a woman. However, a woman can be a deacon. A woman can teach another woman that younger. About wife, Paul tells us that wife should submit to her husband. About this, not discrimination. Paul’s emphasis on wives; the wife should submit to the husband as a form of their fear of God. The wife realizes that her husband is her “existence source.”
 
Publisher Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
 
Contributor
 
Date 2019-09-22
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion



 
Format application/pdf
 
Identifier http://ojs.sttjaffray.ac.id/JJV71/article/view/336
10.25278/jj.v17i2.336
 
Source Jurnal Jaffray; Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019; 171-184
Jurnal Jaffray; Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019; 171-184
2407-4047
1829-9474
 
Language ind
 
Relation http://ojs.sttjaffray.ac.id/JJV71/article/view/336/pdf_188
 
Coverage


 
Rights Copyright (c) 2019 Jurnal Jaffray
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library