Prinsip Kerja Sama dalam Naskah Drama Bila Mencintai Dayang Tari Karya Benny Arnas

Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Prinsip Kerja Sama dalam Naskah Drama Bila Mencintai Dayang Tari Karya Benny Arnas
Prinsip Kerja Sama dalam Naskah Drama Bila Mencintai Dayang Tari Karya Benny Arnas
 
Creator Sari, Inda Puspita
Juita, Hartati Ratna
 
Description The purpose of this study was to describe the principle of cooperation in Drama Manuscripts Bila Mencintai Dayang Tari by Benny Arnas. The research method used is a qualitative descriptive method. The data source in this study is a one-round drama script Bila Mencintai Dayang Tari by Benny Arnas. Data analysis in this study included data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study showed that the principle of cooperation used in the drama script Bila Mencintai Dayang Tari by Benny Arnas was dominated by the use of quality maxims in each dialogue. In addition, the maxim of quantity, the maxim of relevance, and the maxim of implementation are used. Maximized quality, quantity maxim, relevance maxim, and implementation maxims used in drama scripts show that directly between speakers and spoken partners provide information as desired between the two so as to provide readers with a good understanding.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan prinsip kerja sama dalam naskah drama Bila Mencintai Dayang Tari karya Benny Arnas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama satu babak Bila Mencintai Dayang Tari karya Benny Arnas. Analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kerja sama yang digunakan dalam naskah drama Bila Mencintai Dayang Tari karya Benny Arnas didominasi dengan penggunaan maksim kualitas dalam setiap dialognya. Selain itu juga, digunakan maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan yang digunakan dalam naskah drama menunjukkan bahwa secara langsung antara penutur dan mitra tutur memberikan informasi sesuai dengan yang diinginkan di antara keduanya sehingga memberikan pemahaman yang baik kepada para pembaca.
 
Publisher LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau
 
Date 2019-06-30
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/SIBISA/article/view/290
10.31540/silamparibisa.v2i1.290
 
Source Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing; Vol 2 No 1 (2019): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing; 71-89
2620-3316
2620-6919
10.31540/silamparibisa.v2i1
 
Language ind
 
Relation https://ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/SIBISA/article/view/290/271
 
Rights Copyright (c) 2019 Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library