Gaya Bahasa Pertentangan dalam Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari

Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title Gaya Bahasa Pertentangan dalam Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari
Gaya Bahasa Pertentangan dalam Novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari
 
Creator Sari, Inda Puspita
 
Description The purpose of this study was to describe the contradictory language style found in the Perahu Kertas novel by Dewi Lestari. This study used a descriptive qualitative research method for Dewi Lestari's novel paper boat as the data source. Data collection techniques in this study with library techniques, refer technique, and note. Data analysis techniques begin with data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the analysis of the Perahu Kertas novel that has been done, it is known that there are opposing language styles that are dominated by the use of hyperbolic language styles and are equipped with litotes, oksimoron, paranomasia, ivendo, climax, anticlimactic, sarcasm, antiphasis, paradox, irony, cynicism. and hyperbaton. The contradictory language style created by Dewi Lestari in the Perahu Kertas novel shows that the game of using language styles is very important in building a novel.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa pertentangan yang terdapat dalam novel Perahu Kertas Karya Dewi Lestari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif terhadap dokumen berbentuk novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari sebagai sumber datanya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan teknik pustaka, teknik simak, dan catat. Teknik analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis novel Perahu Kertas yang telah dilakukan, diketahui bahwa terdapat gaya bahasa pertentangan yang didominasi dengan penggunaan gaya bahasa hiperbola dan dilengkapi oleh gaya bahasa litotes, oksimoron, paranomasia, ivendo, klimaks, antiklimaks, sarkasme, antifrasis, paradoks, ironi, sinisme, dan hiperbaton. Gaya bahasa pertentangan yang diciptakan oleh Dewi Lestari dalam novel Perahu Kertas, menunjukkan bahwa permainan penggunaan gaya bahasa sangat penting dalam membangun sebuah novel.
 
Publisher LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau
 
Date 2018-12-31
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/SIBISA/article/view/154
10.31540/silamparibisa.v1i2.154
 
Source Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing; Vol 1 No 2 (2018): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing; 296-311
2620-3316
2620-6919
10.31540/silamparibisa.v1i2
 
Language ind
 
Relation https://ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/index.php/SIBISA/article/view/154/123
 
Rights Copyright (c) 2019 Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library