PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENYALURAN KREDIT (Studi Kasus di Bank BRI Cabang Semarang)

Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum

View Publication Info
 
 
Field Value
 
Title PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENYALURAN KREDIT (Studi Kasus di Bank BRI Cabang Semarang)
PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENYALURAN KREDIT (Studi Kasus di Bank BRI Cabang Semarang)
 
Creator Putra, Willy
Widjaja, Haryati
 
Description The implementation of prudential principle in credit is the most important thing to do since bankis one of the influencing factors in Indonesia’s economic wheel motion. Interest of credit is thebiggest income, pointing out that giving credit increasingly will influence positively theIndonesia’s economic wheel motion to create a society welfare as stated in Paragraph four ofPreamble of the Indonesian Constitution. A wrong process in granting credit will affect the societywelfare. In hence, bank should be more careful when it gives credit and it is stronglyrecommended to use 4P and 5C principle. Unfortunately, there are so many banks which do notimplement the prudential principle perfectly yet in practice. For instance, a case of BRI branchSemarang that happened awhile ago because BRI did not check the collateral objects.
Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit merupakan hal yang paling pentingkarena bank merupakan salah satu faktor penting dalam menggerakan roda perekonomianIndonesia. Bunga dalam pemberian kredit merupakan pendapatan yang paling besar, sehinggadengan meningkatnya pemberian kredit, maka roda perekonomian Indonesia akan terus melajuke arah yang lebih positif hingga terciptanya kesejahteraan masyarakat sebagaimana yangtercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD NRI 1945. Salah dalam memberikan kredit,maka akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, bank harus selaluwaspada dan berhati-hati dalam pemberian kredit dengan menerapkan prinsip 4P dan 5C,namun pada prakteknya masih banyak bank yang belum menerapkan prinsip kehati-hatiansecara baik seperti yang terjadi pada Bank BRI di Semarang. Hal tersebut terjadi karena pihakbank tidak melakukan pengecekkan terhadap objek jaminan yang dijaminkan.
 
Publisher Universitas Kristen Satya Wacana
 
Date 2019-07-01
 
Type info:eu-repo/semantics/article
info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Peer-reviewed Article
 
Format application/pdf
 
Identifier https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/2397
10.24246/jrh.2018.v3.i1.p81-96
 
Source Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; Vol 3 No 1 (2018): Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum; 81-96
2541-5417
2541-4984
10.24246/jrh.2018.v3.i1
 
Language ind
 
Relation https://ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/2397/1203
 
Rights Copyright (c) 2019 Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
 

Contact Us

The PKP Index is an initiative of the Public Knowledge Project.

For PKP Publishing Services please use the PKP|PS contact form.

For support with PKP software we encourage users to consult our wiki for documentation and search our support forums.

For any other correspondence feel free to contact us using the PKP contact form.

Find Us

Twitter

Copyright © 2015-2018 Simon Fraser University Library